Langkau ke kandungan utama

NABI ISA MEMBUKA KEBENARAN DI AKHIR ZAMAN.

Firmannya:-Allah ﷻ berfirman: وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ أَفَإِنْ مَاتَ أَوْ قُتِلَ انْقَلَبْتُمْ عَلَىٰ أَعْقَابِكُمْ ۚ وَمَنْ يَنْقَلِبْ عَلَىٰ عَقِبَيْهِ فَلَنْ يَضُرَّ اللَّهَ شَيْئًا ۗ وَسَيَجْزِي اللَّهُ الشَّاكِرِينَ 

Artinya: "Muhammad itu tidak lain hanyalah seorang rasul, sungguh telah berlalu sebelumnya beberapa orang rasul. Apakah jika dia wafat atau dibunuh kamu berbalik ke belakang (murtad)? Barangsiapa yang berbalik ke belakang, maka ia tidak dapat mendatangkan mudharat kepada Allah sedikit pun, dan Allah akan memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur." 

Surat Ali 'Imran ayat 144 ini adalah penegasan bahwa Nabi Muhammad itu tidak wafat sebagaimana anggapan kaum kafir dan kaum musyrik ketika konteks perang Uhud. Sehingga ketika bicara tentang kewafatan para nabi maka tidak tepat menggunakan ayat ini. Justru ayat ini memakai bentuk pertanyaan, yakni “apakah jika beliau itu wafat atau terbunuh kalian akan berpaling?” Menjadi nyata dan ternyata Rasulullah ketika itu masih hidup dan tidak wafat. Ini adalah penjelasan Allah yang melegakan umat Islam ketika itu.  Kemudian bagaimana dengan makna ayat ini?


 Syekh Fakhruddin ar-Razy dalam Tafsir al-Kabir, juz 9, halaman 21-22 menyatakan: فيسخلوا كما خلوا "

Maka beliau Nabi Muhammad itu akan berlalu sebagaimana para rasul sebelumnya juga telah berlalu." Syekh Fakhruddin juga menegaskan: أنه تعالى بين فى آيات كثيرة أنه عليه السلام لا يقتل "

Sesungguhnya Allah menjelaskan dalam banyak ayat Al-Qur’an bahwa Nabi Muhammad itu tidak terbunuh." Al-Hafidz Ibnu Katsir ketika menafsirkan ayat  وَمَا مُحَمَّدٌ إِلَّا رَسُولٌ قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلِهِ الرُّسُلُ 

menyampaikan riwayat bahwa ketika Rasulullah telah wafat, maka ayat ini dibacakan oleh Abu Bakar kepada Umar karena telah nyata bahwa Rasulullah sudah wafat. Ibnu Katsir juga menyatakan bahwa dalam konteks perang Uhud dan Rasulullah belum wafat, maka turunlah ayat itu. Ibn Katsir menafsiri ayat tersebut dengan menyatakan:

 له أسوة بهم في الرسالة، وفي جواز القتل عليه 

"Rasulullah itu sebagai teladan bagi para Rasul dalam hal kerasulan, dan bolehnya terjadi pembunuhan atas beliau." Dalil tentang Masih Hidupnya Nabi Isa 1. QS Ali Imran (3)

: 55 إِذْ قَالَ اللَّهُ يَا عِيسَىٰ إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ إِلَيَّ وَمُطَهِّرُكَ مِنَ الَّذِينَ كَفَرُوا وَجَاعِلُ الَّذِينَ اتَّبَعُوكَ فَوْقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ يَوْمِ الْقِيَامَةِ ۖ ثُمَّ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأَحْكُمُ بَيْنَكُمْ فِيمَا كُنْتُمْ فِيهِ تَخْتَلِفُونَ Artinya: 

“(Ingatlah), ketika Allah berfirman: ‘Hai Isa, sesungguhnya Aku akan menyampaikan kamu kepada akhir ajalmu dan mengangkat kamu kepada-Ku serta membersihkan kamu dari orang-orang yang kafir, dan menjadikan orang-orang yang mengikuti kamu di atas orang-orang yang kafir hingga hari kiamat. Kemudian hanya kepada Akulah kembalimu, lalu Aku memutuskan diantaramu tentang hal-hal yang selalu kamu berselisih padanya". 

2. QS An-Nisa' (4): 157-158 وَقَوْلِهِمْ إِنَّا قَتَلْنَا الْمَسِيحَ عِيسَى ابْنَ مَرْيَمَ رَسُولَ اللَّهِ وَمَا قَتَلُوهُ وَمَا صَلَبُوهُ وَلَٰكِنْ شُبِّهَ لَهُمْ ۚ وَإِنَّ الَّذِينَ اخْتَلَفُوا فِيهِ لَفِي شَكٍّ مِنْهُ ۚ مَا لَهُمْ بِهِ مِنْ عِلْمٍ إِلَّا اتِّبَاعَ الظَّنِّ ۚ وَمَا قَتَلُوهُ يَقِينًا. بَلْ رَفَعَهُ اللَّهُ إِلَيْهِ ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَزِيزًا حَكِيمًا Artinya: “Dan karena ucapan mereka: ‘Sesungguhnya kami telah membunuh Al Masih, Isa putra Maryam, Rasul Allah’, padahal mereka tidak membunuhnya dan tidak (pula) menyalibnya, tetapi (yang mereka bunuh ialah) orang yang diserupakan dengan Isa bagi mereka. Sesungguhnya orang-orang yang berselisih paham tentang (pembunuhan) Isa, benar-benar dalam keragu-raguan tentang yang dibunuh itu. Mereka tidak mempunyai keyakinan tentang siapa yang dibunuh itu, kecuali mengikuti persangkaan belaka, mereka tidak (pula) yakin bahwa yang mereka bunuh itu adalah Isa. Tetapi (yang sebenarnya), Allah telah mengangkat Isa kepada-Nya. Dan adalah Allah Maha Perkasa lagi Maha Bijaksana.” 3. QS An-Nisa' (4): 

159 وَإِنْ مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ إِلَّا لَيُؤْمِنَنَّ بِهِ قَبْلَ مَوْتِهِ ۖ وَيَوْمَ الْقِيَامَةِ يَكُونُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا Artinya: “

Tidak ada seorangpun dari Ahli Kitab, kecuali akan beriman kepadanya (Isa) sebelum kematiannya. Dan di hari kiamat nanti Isa itu akan menjadi saksi terhadap mereka.” 4. QS Al-Maidah (5): 

117 مَا قُلْتُ لَهُمْ إِلَّا مَا أَمَرْتَنِي بِهِ أَنِ اعْبُدُوا اللَّهَ رَبِّي وَرَبَّكُمْ ۚ وَكُنْتُ عَلَيْهِمْ شَهِيدًا مَا دُمْتُ فِيهِمْ ۖ فَلَمَّا تَوَفَّيْتَنِي كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ ۚ وَأَنْتَ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ شَهِيدٌ Artinya: “

Aku tidak pernah mengatakan kepada mereka kecuali apa yang Engkau perintahkan kepadaku (mengatakan)nya yaitu: "Sembahlah Allah, Tuhanku dan Tuhanmu", dan adalah aku menjadi saksi terhadap mereka, selama aku berada di antara mereka. Maka setelah Engkau wafatkan aku, Engkau-lah yang mengawasi mereka. Dan Engkau adalah Maha Menyaksikan atas segala sesuatu.” 

5. QS Az-Zukhruf (43): 61 وَإِنَّهُ لَعِلْمٌ لِلسَّاعَةِ فَلَا تَمْتَرُنَّ بِهَا وَاتَّبِعُونِ ۚ هَٰذَا صِرَاطٌ مُسْتَقِيمٌ Artinya: “

Artinya: "Dan sungguh, dia (Isa) benar-benar menjadi pertanda akan datangnya kiamat. Karena itu, janganlah kamu ragu-ragu tentang (kiamat) itu dan ikutilah Aku. Inilah jalan yang lurus.” Berikut ini sebagian tafsir tentang Ali Imran (3): 55, riwayat Ibn Abbas dan Hasan al-Bashri

:  وأخرج إسحاق بن بشر، وابن عساكر، من طريق جويبر، عن الضحاك، عن ابن عباس في قوله (إِنِّي مُتَوَفِّيكَ وَرَافِعُكَ)، يعنى: رافعك ثم متوفيك في آخر الزمان Ayat innî mutawaffîka wa râfi‘uka bermakna "mengangkatmu, dan mewafatkanmu di akhir zaman." (Imam Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi, Tafsir ad-Durrul Mantsur fit Tafsir bil Ma'tsur, juz 3, halaman 598) 

 وقد ثبت الدليل أنه حي، وورد الخبر عن النبي"أنه سينزل ويقتل الدجال" ثم إنه يتوفاه بعد ذلك "Sungguh telah tetap dalil bahwa sesungguhnya beliau (Nabi Isa Ibn Maryam) itu hidup. Ada suatu khabar yang telah sampai dari Nabi Muhammad, ‘Sesungguhnya ia Nabi Isa itu akan turun (ke bumi), dan membunuh dajjal’. Kemudian, sesungguhnya Allah akan mewafatkan Nabi Isa setelah itu.” (Syekh Fakhruddin ar-Razy, Tafsir al-Kabir/Mafatih al-Ghayb, juz 8, halaman, 74-78) 

وأخرج ابن جرير، وابن أبى حاتم، من وجه آخر، عن الحسن فى قوله: (إني متوفيك): يعنى وفاة المنام، رفعه الله فى منامه. قال الحسن: قال رسول الله صلى الله عليه وسلم لليهود: إن عيسى لم يمت، وإنه راجع إليكم قبل يوم القيامة "Maksudnya adalah kewafatan tidur, Allah membangkitkan Isa dalam tidur beliau. Imam Al-Hasan (al-Bashri, seorang ulama generasi tabi'in) berkata: Rasulullah bersabda kepada orang Yahudi: "Sesungguhnya Isa itu belum meninggal dunia, sesungguhnya beliau akan kembali kepada kalian sebelum hari kiamat." (Al-Imam Al-Hafidz Jalaluddin As-Suyuthi, Tafsir Ad-Durrul Mantsur, juz 3, halaman 596) Berikut ini tafsir Al-Maidah (5): 

117 dari sejumlah ulama وكنت عليهم شهيدا مادمت فيهم فلما توفيتني كنت انت الرقيب عليهم Dr. Muhammad Hasan al-Hamshi dalam Al-Qur'an Karim Tafsir wa Bayan menafsiri "tawaffaytani" itu dengan: 

اخذتني إليك وافيا برفعي إلى السماء حيا "Engkau mengambilku kepada-Mu, secara sempurna, dengan mengangkatku ke langit dalam keadaan hidup." Syekh Nawawi al-Bantani dalam Tafsir Munir menafsirkannya dengan: رفعتني من بينهم إلى السماء "Engkau mengangkatku dari antara mereka, ke langit."

 Syekh Al-Wahidy dalam Tafsir Al-Wajiz menafsirkannya dengan: قبضتني ورفعتني إليك أي إلى السماء "Engkau mengambilku, dan mengangkatku kepada-Mu, maksudnya ke langit." Kedua ulama tafsir ini menyatakan bahwa konteks ayat tersebut adalah firman Allah di hari kiamat. Berikut ini penafsiran Ibn Abbas dan para ulama tentang Az-Zukhruf ayat 61: Ketika menafsiri kalimat “la ‘ilmun lis sâ‘ah",

 Dr. Muhammad Hasan menyatakan: علامة واضحة يعلم بها قرب الساعة "Sesungguhnya Isa 'alaihis salam itu sebagai pertanda yang jelas, yang dengan pertanda itu akan diketahui dekatnya hari kiamat.

" Syekh Nawawi juga menjelaskan tentang ayat itu وإن عيسى لشرط من اشراط الساعة. والمعنى وإن نزول عيسى من السماء علامة على قرب الساعة "Sesungguhnya Isa itu sungguh sebagai pertanda dari sebagian tanda-tanda kiamat. Dengan demikian maknanya adalah bahwa sesungguhnya turunnya Isa dari langit itu sebagai pertanda atas dekatnya hari kiamat." Apakah contoh dari dua tafsir ini sesuai dengan tafsiran para ulama salaf, terutama generasi sahabat? Ternyata cocok. 

1. Ibnu Abbas قال: خروج عيسى عليه السلام قبل يوم القيامة "Keluarnya Isa alaih salam, sebelum hari kiamat.” Tafsir dari Ibn Abbas ini antara lain disebutkan oleh Imam Ibn Jarir at-Thabari, Imam at-Thabarany, dan Al-Haitsami.

2. Hasan Bashri   قال: نزول عيسى "Turunnya Isa."

3. Qatadah قال: نزول عيسى عليه السلام علم للساعة "Turunnya Isa adalah pertanda kiamat." Tegasnya, 

Ibn Katsir dalam "Tafsir Al-Quran al-Adzim", jilid 7 halaman 236 menyatakan sebagai berikut: وهكذا روي عن ابي هريرة وابن عباس، وأبى العالية، وأبى مالك، وعكرمة، والحسن، وقتادة، والضحاك، وغيرهم 

“Demikianlah (bahwa 'âyatun lis-sâ‘ah' itu adalah dengan keluarnya Isa Ibn Maryam sebelum hari kiamat) diriwayatkan dari Abi Hurairah, Abdullah ibn Abbas, Abi al-'Aliyah, Abi Malik, 'Ikrimah, Al-Hasan al-Bashri, Qatadah, ad-Dhahak, dan selainnya.

 Lebih lanjut Ibn Katsir menyatakan, وقد تواترت الأحاديث عن رسول الله صلى الله عليه وسلم، أنه أخبر بنزول عيسى ابن مريم عليه السلام، قبل يوم القيامة اماما عادلا، وحكما مقسطا "Sungguh telah mutawatir hadits-hadits dari Rasulullah Muhammad bahwa beliau sungguh mengabarkan tentang turunnya Isa Ibn Maryam sebelum hari kiamat sebagai imam yang adil dan hakim yang adil."

Sumber: https://islam.nu.or.id/post/read/95488/dalil-tentang-masih-hidupnya-nabi-isa-dan-turunnya-di-akhir-zaman
Konten adalah milik dan hak cipta www.islam.nu.or.id


'Semoga kita sentiasa tidak pernah lepas dari mengingati akan Rabbnya juga Rassulnya,"

'Lailahaillallah muhammadarrasullallah,"

Tiada tuhan yang di sembah melainkan Allah taala(esa)selain dari yang lainnya dan muhammad itu Rassul terakhir adalah ikutan ummat akhir zaman di atas segala ajarannya dalam(ibadah)yang di pertuntutkan wajib,sunnat,harus, keatas insaninya dalam perhubungan kepada penciptanya yang haq(Allah Azzawajalla)juga segala yang haq(manusia)kepada insaninya yang dituntut di bahu setiap insaninya kepada insani lainnya adalah tertuntut di akhirat kelak akan memberkatikan kehidupan kita di dunia dan akhirat.

Jika sayang dan cinta akan Rabbnya maka tunjukan bukti bagaimana caranya?

Manis di mulut sahaja tanpa arah tujuan hidup di dunia ini maka belumlah di katakan kita menyayangi juga mencintai Rabbnya jika hati dan jiwa di aturkan oleh manusia ciptaannya juga harta benda lainnya yang utama di sematkan di hati,'?

'Bagaimana jika solat itu sendiri adalah ketolongan ummatnya yang pertama jika hati jiwa di jasad itu masih punyai ego tinggi bersifat kufur,sombong tidak mahu berbuat kebaikan kepada insani yang perlukan dan memandang hina kepada fakir miskin juga tidak sempurna?adakah ini sifat dan kelaku yang di ajar Rasullallah?sedangkan di dalam agama lain juga tidak di ajarkan kita berbuat kufur sesama insani lainnya?

Maka renungkan bagaimana islam itu sendiri adalah agama yang mulia tapi keperibadian yang tercela itu merusakkan agama dan bangsa itu sendiri jika tidak sedar bahawa agama contoh dibawa Rassullallah itu tidak di pandang lagi di saat ini?manusia itu sendiri yang merusakkan ummat sejagat yang lainnya yang tidak terbabit di sebabkan segolongan anti hadist maka hidup tiada pegangan hingga islam itu sendiri di pandang kafir oleh Rabbnya oleh bangsa lainnya pula di pandang mulia kerana jasa baik mereka,bagaimana di katakan semua kafir itu masuk neraka jahanam?siapakah kafir sebenar di sebutkan di dalam Alquran?kita selalu pandai berandai dan tidak beragak menghukum bangsa lainnya jika begitu bagaimana tentang hadistnya mengatakan Pecipta itu tidak memperuntukan kita semua dalam beragama yang tiada paksaan sedangkan insaninya yang sejak lahir azali  beragama islam tidak mensyukuri akan nikmat karuniaannya hingga sewenag memfitnah akan Agama dan bangsa lainnya,bagaimana agama lain yang punyai hati yang bersih?sentiasa berbuat kebaikannya dalam iklas sebenar kebaikan dan benar mulia hatinya maka telah terketuk hatinya mengenal Rabbnya maka jika tersedar adakah mereka itu masih di anggap kafir lalu tidak menyembah yang lainnya(patung berhala,colok dan sebagainya itu adalah cara pegangan(sembah yang)sembah yang mana?jika hati mereka itu yang punyai hati yang baik dan mulia telah terketuk dan tersedar telah melihat akan Rabbnya di hati( di sejengkal urat di leher)dengan kalimah Rabbnya penyaksian dalam beragama dan tidak mengangap yang disembah itu tuhan maka hadist sohih orang yang beriman itu apa? dengan tidak mengagap yang lainnya adalah(Esa)walaupun beragama lain tetap hatinya beriman pada yang benar di sembah Allah Azzawajalla yang 1(esa)tiada lainnya maka mengapa orang islam itu sendiri yang merusakkan keimanannya sendiri dengan menghina kaum lainnya yang belum tersedar hingga membiarkan mereka tanpa teguran demi sebuah kesedarannya maka apakah ini adalah segolongan ummatnya yang tercipta islamnya telah bersikap kafir(kufur)kepada dirinya yang tidak atau belum islamnya jika solat pagi petang siang dan malam tunggang langgang segala akan kekafirannya akan berbuat diri yang kefakiran di akhirat kelaknya.(sombong diri riak mengangap hanya beragama islam masuk syurga dan menghina bangsa dan keturunan lainnya sedangkan kesedaran itu milik orang-orang yang beriman)apakah maksud yang diseru Rabbnya ulang-ulang wahai ummat ku  beriman??jika kita ikhlas dalam kebaikan seperti dalam ajaran Rassul.

Akhir zaman ini segalanya pegangan dalam pahamannya tidak benar hingga timbul fitnah yang besar kepada diri sendiri dan yang lainnya,"Ya Rabbi agar terampun segala akan dosa-dosa mereka yang terdahulu Al-fatihah buat mereka dan diri kita semua.

Bagaimana kisah nabi isa turun ke dunia ini di akhir zaman ini menegakkan kebenarannya bahawa kristian itu mengagap isa yang dikatakan anak tuhan itu adalah tidak benar dan mereka yang masih beriman dengan kitab terdahulu adalah bukti bahawa kejadian tersebut adalah sebuah kebenaran bukti akan kekuasaan nya bisa berbuat apa sahaja tanpa bantuan lainnya adalah mahu menyedarkan manusia pada masa itu tentang bukti keesaannya pada ummatnya pada masa itu tetapi sia-sia belaka malah telah memfitnahkan diri mereka sendiri sedang bukti nyata itu berada di dalam kitab terakhir(alquran)mereka juga beriman kepada yang( esa)tetapi telah tersalah pahamannya lalu Allah Azzwajalla dalam firmanya bahawa akan hadir isa di akhir zaman ini membuktikan dia bukan yesus anak tuhan yang mati di salib itu adalah bukti kebesaran Allah Azzawajalla yang isa itu lahir di perut ibundanya mariam tanpa bersuami(bukti kebesaran Rabbnya)kunfayakun(maka jadi,jadi lah ia)

Maka turunnya isa di akhir zaman ini juga bukti kebenaran bahawa Allah Azzawajalla itu tidak pernah kejam kepada bangsa dan agama lain dengan memberi peluang bagi yang mahu mrncari islam yang benar tidak di peranginya melainkan kepada yang ia berkehendakan,maka bagi yang tersedar bersegeralah memperbetulkan pahaman agamamu dalam erti sebenar islam yang sebenar bukan hanya sudah mrngenal akan Rabbnya maka bersertalah mengikut apa yang di perintahkan di dalam memeluk agama islam dalam syariatnya yang benar sahaja dalam rukun iman dan islam yang sebenar,semoga mereka yang dalam memeluk agama lainnya tersebut akan benar mrngenal akan Rabbnya juga terbuka hati untuk bersama memeluk agama islam yang sebenar islamnya yang di bawa oleh Rassul kita muhammadarasulalallah wataala  ilallah agar menjadi contoh kepada anutan atau budaya lainnya yang masih punyai hati yang mulia tersedar akan sebuah kebenarannya yang hakiki(dalam alquran kitab terakhir itu jawapan)

Pedoman akhir zaman.
Ozielys/16 november 2019/nukilan pena akhir zaman.
Dipetik dan di copykan di bawah ini sebagai hadist dari firmannya sebagai bukti akan sebuah kebenaran dalam sirahnya pedoman akhir zaman tentang kekuasaannya bahawa setiap yang berlaku dan terjadi pasti menjanjikan sesuatu kebahagiannya di negeri akhirat kelak jika kita mengikut pahaman yang benar di atas bukti di dalam firmannya dalam mencari akan kebenarannya bagi yang rela bertempur dengan berbagai cubaan dugaan serta ujiannya maka merekalah terplilih bersama keimanannya di dalam setiap kebenarannya tetap akan terbuka jika dia berkehendakan ke atasnya.
Allah SWT berfirman:
“Allah tiada melarang kamu untuk berbuat baik dan berlaku adil terhadap orang-orang yang tiada memerangimu karena agama dan tidak (pula) mengusir kamu dari negerimu. Sesungguhnya Allah menyukai orang-orang yang berlaku adil. Sesungguhnya Allah hanya melarang kamu menjadikan sebagai kawanmu orang-orang yang memerangi kamu karena agama dan mengusir kamu dari negerimu dan membantu (orang lain) untuk mengusirmu. Dan barang siapa menjadikan mereka sebagai kawan, maka mereka itulah orang-orang yang dzalim.” (QS. Al-Mumtahanah: 8-9)
Atas dasar inilah seorang muslim tidak dibenarkan menikam, membunuh, atau memerangi orang yang tidak seagama, jika mereka tidak memerangi, mengusir, atau menjajah kaum muslimin.
Atas dasar ini pula maka setiap muslim tidak keberatan bermuamalah (hidup berdampingan dan berinteraksi) dengan siapa pun.
Namun, menurut Islam dalam beragama tidak cukup hanya saling mengasihi atau berakhlak mulia kepada sesama. Karena agama menurut Islam, paling tidak mencakup 3 hal: aqidah (keyakinan/kepercayaan), syariat (hukum-hukum dalam kehidupan), dan akhlak (etika/moralitas). Jadi, berakhlak mulia hanyalah salah satu bagian saja dalam ajaran agama Islam.
Islam tidak hanya mengajak Anda untuk berakhlak mulia kepada sesama, tapi juga menyeru Anda untuk mengenal Tuhan dengan benar dan menghambakan diri kepada-Nya dengan benar.
Katakanlah: “Dia-lah Allah, Yang Maha Esa, Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu.Dia tiada beranak dan tiada pula diperanakkan,dan tidak ada seorang pun yang setara dengan Dia”. (QS. Al-Ikhlash: 1-4)
“Padahal mereka tidak disuruh kecuali supaya menyembah Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya dalam (menjalankan) agama dengan lurus, dan supaya mereka mendirikan shalat dan menunaikan zakat; dan yang demikian itulah agama yang lurus.” (QS. Al-Bayinah: 5)
Inilah diantaranya ajaran yang dibawa oleh para Nabi dan Rasul sejak Adam a.s. sampai kepada Isa a.s. Tidak ada seorang Nabi/Rasul yang diutus Allah ke muka bumi ini kecuali membawa ajaran ini.
“Dan Kami tidak mengutus seorang rasul pun sebelum kamu (Muhammad), melainkan Kami wahyukan kepadanya: ‘Bahwasanya tidak ada Tuhan (yang hak) melainkan Aku, maka sembahlah olehmu sekalian akan Aku’. (QS. Al-Anbiya: 25)
Jadi menurut Islam tidak disebut beragama dengan benar jika tidak beraqidah benar dan bersyariat benar, walaupun dia bearakhlak mulia. Ketiga hal hal ini menurut Islam tidak boleh dipisah-pisah. Ia merupakan satu kesatuan.
“Hai orang-orang yang beriman, masuklah kamu ke dalam Islam secara keseluruhannya, dan janganlah kamu turut langkah-langkah syaitan. Sesungguhnya syaitan itu musuh yang nyata bagimu.” (QS. Al-Baqarah: 208)
Tindakan memilah-milah ajaran yang lurus ini justru itulah tipu daya Syaitan/Iblis, dia membungkus ini dengan kemasan ‘perdamaian’, ‘cinta kasih’, ‘saling menghargai’, ‘toleransi’, dlsb.
Perdamaian, cinta kasih, saling menghargai, toleransi, dlsb. tentu saja merupakan sesuatu yang baik dan harus diperjuangkan, itu diakui oleh Islam. Tetapi bukan berarti membiarkan penyimpangan-penyimpangan yang ada.
Apakah sama menyembah kepada Tuhan Yang Esa dengan menyembah kepada tuhan yang berbilang? Apakah sama mengakui kekuasaan Tuhan Yang Esa dengan mengakui kekuasaan dewa-dewa? Apakah sama mengakui Allah Yang Esa sebagai Pencipta, Pemelihara dan Pemberi rizki dengan mengakui dewa-dewa sebagai pencipta, pemelihara, dan pemberi rizki?
Katakanlah: “Siapakah Tuhan langit dan bumi?” Jawabnya: “Allah.” Katakanlah: “Maka patutkah kamu mengambil pelindung-pelindungmu dari selain Allah, padahal mereka tidak menguasai kemanfaatan dan tidak (pula) kemudaratan bagi diri mereka sendiri?”. Katakanlah: “Adakah sama orang buta dan yang dapat melihat, atau samakah gelap gulita dan terang benderang; apakah mereka menjadikan beberapa sekutu bagi Allah yang dapat menciptakan seperti ciptaan-Nya sehingga kedua ciptaan itu serupa menurut pandangan mereka?” Katakanlah: “Allah adalah Pencipta segala sesuatu dan Dia-lah Tuhan Yang Maha Esa lagi Maha Perkasa”. (QS. Ar-Ra’du: 16)
Saudaraku, Anda benar, kebenaran hanyalah milik Allah Tuhan saya dan Tuhan Anda. Oleh karena itu Anda harus berupaya mencari dengan sungguh-sungguh, manakah kebenaran yang berasal dari Tuhan itu?
“Kebenaran itu adalah dari Tuhanmu, sebab itu jangan sekali-kali kamu termasuk orang-orang yang ragu.” (QS. Al-Baqarah: 147)
Satu hal yang harus Anda fahami, ketika saya/muslim mengemukakan tentang kekeliruan aqidah kristen, bukan berarti kami tidak menghargai hak Anda/kristen untuk meyakini sesuatu. Posisi kami adalah sebagai du’at (penyeru) dan bukan sebagai qudhat (hakim). Kami hanyalah menyeru, selanjutnya terserah Anda semua…
“Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barang siapa yang ingkar kepada Thaghut (tuhan-tuhan selain Allah) dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 256)
Dan katakanlah: “Kebenaran itu datangnya dari Tuhanmu; maka barangsiapa yang ingin (beriman) hendaklah ia beriman, dan barang siapa yang ingin (kafir) biarlah ia kafir”. (QS. Al-Kahfi: 29)
“Sesungguhnya ini adalah suatu peringatan. Maka barang siapa yang menghendaki niscaya ia menempuh jalan (yang menyampaikannya) kepada Tuhannya.” (QS. Muzammil: 19)
“Dia telah mensyariatkan kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama) -Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. Asy-Syuura: 13)
Semoga Anda termasuk ke dalam golongan orang-orang yang mau kembali kepada Allah.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

KECACATAN NALURI FIZIKAL INSANI DALAM GOLOANGAN IMPOTENT DAN KHUNSA.

Asalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim. Penjelasan terperinci tentang orang golongan impotent,mukhanats,khunsa musykil dan khunsa ghairu musykil. Adakah kita atau sanak saudara serta sahabat handainya yang tergolong dalam keberadaannya diharap dapatlah kiranya dengan perkongsian ini maka bermanfaat pada yang lainnya diatas penciptaan yang agak tidak releven dan tidak masuk di akal fikir bagi mereka yang tidak pernah terdedah dengan sebuah kebenarannya yang hakiki ini dapat membukakan mata hati di akal fikir kita semua agar tidak sesama kita bersengketa saling hukum menghukumi mereka yang berada di dalam LGBT tersebut juga bukan semua adalah tidak benar keperibaannya,adalah segelintir makhluk ciptaanya yang telah memesobgkan diri mereka sendiri dengan mengubah ciptaan asalnya di hakikat diri hingga sewenang mengubah fikah diri wanita di luaran dengan berpakaian seperti lelaki dan tampak seperti lelaki dan lelakinya mengubah fikah diri dan tampak wanitanya adalah segolonga...

AYAT QURSI.

'AYATUL QURSI YANG PENUH MUKJIZATNYA YANG LUAR BIASA," Allah, tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang Tetap hidup, Yang Kekal selama-lamanya mentadbirkan (sekalian makhlukNya). Yang tidak mengantuk usahkan tidur. Yang memiliki segala yang ada di langit dan yang ada di bumi. Tiada sesiapa yang dapat memberi syafaat (pertolongan) di sisiNya melainkan dengan izinNya. yang mengetahui apa yang ada di hadapan mereka dan apa yang ada di belakang mereka, sedang mereka tidak mengetahui sesuatu pun dari (kandungan) ilmu Allah melainkan apa yang Allah kehendaki (memberitahu kepadanya). Luasnya  Kursi  Allah (ilmuNya dan kekuasaanNya) meliputi langit dan bumi; dan tiadalah menjadi keberatan kepada Allah menjaga serta memelihara keduanya. Dan Dia lah Yang Maha Tinggi (darjat kemuliaanNya), lagi Maha Besar (kekuasaanNya) Ayat 255 dari Surah Al-Baqarah yang lebih dikenali sebagai ‘Ayat Al-Kursi’ ini juga digelar ‘Penghulu Segala Ayat Al-Quran’. Ayat ini ditu...
  HIKMAH ALFATIHAH PEMBUKA            QALAMULLAH KITABULLAH                        AYATUL QURANI   1.  Membaca surat Al-Fatihah mendapat pahala seperti membaca sepertiga Al Quran . 2.  Setiap satu ayat dari Al-Fatihah menjadi penutup satu pintu neraka. 3.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah ia telah membaca kitab taurat, injil, zabur,  Al Quran, suhuf idris As. dan suhuf Ibrahim As. sebanyak 7 kali. 4.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah olah ia telah sedekahkan emas di jalan Allah SWT. 5.  Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu ‘ dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya Allah akan mudah memperoleh ilmu pengetahuan, di samping itu dapat membersihkan hati dari fikiran yang rosak. 6 . Sesiapa membaca Al-Fatihah berserta Bismillah diantara Solat Sunat Subuh dan Fardhu Subuh ...