'Cinta dunia semata,"akhirat akan pergi berlari meninggalkan kita,"Cinta Akhirat semata,"Dunia akan berlari mengejar kita,"
Jiwa kosong(hidup tiada maknanya lagi).
'Jika mahu di berkatikan kehidupan akan kedua dari alam dunia dan alam akhiratnya,"
'Seiringkan keduanya yang saling melengkapikan agar tidak pincang tegap berdiri agamanya,"
'Nak berjaya dunia dan akhirat kena ada ilmunya,"
'Nak ilmu kena dengan ilmunya,"Tiada ilmu bagaimana untuk mendapatkan ilmu yang benar dan diredhainya untuk dunia hingga ke akhiratnya,"
'Ilmu itu ada dalam sebuah kehidupannya di alam maya dan di sekeliling kita yang menjadi penyaksian Rabbnya di dalam qalamnya sebuah Alquran maka gali dan usahalah beserta Doa dan pengharapannya agar terbuka akan hijabnya ilmu di peribaannya diri di saat bermunajat yang sesungguhnya di depan Rabbnya sang Pencipta akan memberkatikan diri untuk dunia dan akhiratnya,"
'Tidaklah mendapat tahu untuk mendapat paham sepenuhnya jika hanya berharap sepenuhnya kepada sang gurunya hanyalah sebagai tempat sebuah pencerahan dalam usahanya untuk mendapat paham sepenuhnya,"paham itu miliknya yang sebenar di beri pinjam kepada yang benar iktikadnya maka jika tiada ketolongan dari Rabbnya untuk memberinya carilah dan belajarlah setinggi gunung everest sekalipun hingga ke hujung dunia mencari ilmunya berpuluh tahun mendalami ilmunya jika tidak di berikan maka tidaklah untuk mendapat paham sedalam ertinya,maka carilah punca di peribaannya diri sendiri kerana Allah Azzawajalla bersifat pengasih dan penyayang tidak dia berlaku kejam malah adil dan tetap dia memberi di saat hati mulai tersedar juga hanya kekuasaanya yang dapat menggeakan hati agar tersedar,betapa kasihnya dan sayangnya sang pencipta kepada ummatnya," sedangkan setiap kali melakukan akan kekhilafannya diri tidak pernah hati mahu menyesalikan,"betapa hina dan kufurnya diri tidak terasa,"
'istigfar,"taubatlah jalan terakhir bagi kita semua,"
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
innallażīna kafarụ sawā
un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn
1- Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu karena kesombongan dan kesewenangan, keimanan tidak akan terjadi dari mereka baik engkau -wahai Rasul- telah menakuti dan memperingatkan mereka dari siksa Allah, ataupun engkau tidak melakukan itu, karena mereka terus menerus berada di atas kebatilan mereka.
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm
2- Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka dan menjadikan penutup pada pandangan mereka, disebabkan kekafiran dan penolakan keras mereka setelah jelas kebenaran bagi mereka, maka Allah tidak memberikan Taufik bagi mereka untuk mendapat Hidayah dan bagi mereka akan mendapatkan siksaan yang keras di neraka jahanam.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn
3- Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Di antara manusia ada sekelompok orang yang bimbang dan bingung antara menjadi bagian dari orang-orang yang beriman atau menjadi bagian dari orang-orang yang kufur. dan mereka itu adalah orang-orang munafik yang dengan lisan mereka mengatakan “kami membenarkan kepada Allah dan hari akhir” sedangkan secara batin mereka berdusta dan tidak beriman.
Jiwa kosong(hidup tiada maknanya lagi).
'Jika mahu di berkatikan kehidupan akan kedua dari alam dunia dan alam akhiratnya,"
'Seiringkan keduanya yang saling melengkapikan agar tidak pincang tegap berdiri agamanya,"
'Nak berjaya dunia dan akhirat kena ada ilmunya,"
'Nak ilmu kena dengan ilmunya,"Tiada ilmu bagaimana untuk mendapatkan ilmu yang benar dan diredhainya untuk dunia hingga ke akhiratnya,"
'Ilmu itu ada dalam sebuah kehidupannya di alam maya dan di sekeliling kita yang menjadi penyaksian Rabbnya di dalam qalamnya sebuah Alquran maka gali dan usahalah beserta Doa dan pengharapannya agar terbuka akan hijabnya ilmu di peribaannya diri di saat bermunajat yang sesungguhnya di depan Rabbnya sang Pencipta akan memberkatikan diri untuk dunia dan akhiratnya,"
'Tidaklah mendapat tahu untuk mendapat paham sepenuhnya jika hanya berharap sepenuhnya kepada sang gurunya hanyalah sebagai tempat sebuah pencerahan dalam usahanya untuk mendapat paham sepenuhnya,"paham itu miliknya yang sebenar di beri pinjam kepada yang benar iktikadnya maka jika tiada ketolongan dari Rabbnya untuk memberinya carilah dan belajarlah setinggi gunung everest sekalipun hingga ke hujung dunia mencari ilmunya berpuluh tahun mendalami ilmunya jika tidak di berikan maka tidaklah untuk mendapat paham sedalam ertinya,maka carilah punca di peribaannya diri sendiri kerana Allah Azzawajalla bersifat pengasih dan penyayang tidak dia berlaku kejam malah adil dan tetap dia memberi di saat hati mulai tersedar juga hanya kekuasaanya yang dapat menggeakan hati agar tersedar,betapa kasihnya dan sayangnya sang pencipta kepada ummatnya," sedangkan setiap kali melakukan akan kekhilafannya diri tidak pernah hati mahu menyesalikan,"betapa hina dan kufurnya diri tidak terasa,"
'istigfar,"taubatlah jalan terakhir bagi kita semua,"
إِنَّ الَّذِينَ كَفَرُوا سَوَاءٌ عَلَيْهِمْ أَأَنْذْ أَمْ لَمْ تُنْذِرْهُمْ لَا يُؤْمِنُونَ
innallażīna kafarụ sawā
un ‘alaihim a anżartahum am lam tunżir-hum lā yu`minụn
1- Sesungguhnya orang-orang kafir, sama saja bagi mereka, kamu beri peringatan atau tidak kamu beri peringatan, mereka tidak juga akan beriman. Sesungguhnya orang-orang yang mengingkari apa yang diturunkan kepadamu dari Tuhanmu karena kesombongan dan kesewenangan, keimanan tidak akan terjadi dari mereka baik engkau -wahai Rasul- telah menakuti dan memperingatkan mereka dari siksa Allah, ataupun engkau tidak melakukan itu, karena mereka terus menerus berada di atas kebatilan mereka.
خَتَمَ اللَّهُ عَلَىٰ قُلُوبِهِمْ وَعَلَىٰ سَمْعِهِمْ ۖ وَعَلَىٰ أَبْصَارِهِمْ غِشَاوَةٌ ۖ وَلَهُمْ عَذَابٌ عَظِيمٌ
khatamallāhu ‘alā qulụbihim wa ‘alā sam’ihim, wa ‘alā abṣārihim gisyāwatuw wa lahum ‘ażābun ‘aẓīm
2- Allah telah mengunci-mati hati dan pendengaran mereka, dan penglihatan mereka ditutup. Dan bagi mereka siksa yang amat berat. Allah telah mengunci hati dan pendengaran mereka dan menjadikan penutup pada pandangan mereka, disebabkan kekafiran dan penolakan keras mereka setelah jelas kebenaran bagi mereka, maka Allah tidak memberikan Taufik bagi mereka untuk mendapat Hidayah dan bagi mereka akan mendapatkan siksaan yang keras di neraka jahanam.
وَمِنَ النَّاسِ مَنْ يَقُولُ آمَنَّا بِاللَّهِ وَبِالْيَوْمِ الْآخِرِ وَمَا هُمْ بِمُؤْمِنِينَ
wa minan-nāsi may yaqụlu āmannā billāhi wa bil-yaumil-ākhiri wa mā hum bimu`minīn
3- Di antara manusia ada yang mengatakan: “Kami beriman kepada Allah dan Hari kemudian,” pada hal mereka itu sesungguhnya bukan orang-orang yang beriman. Di antara manusia ada sekelompok orang yang bimbang dan bingung antara menjadi bagian dari orang-orang yang beriman atau menjadi bagian dari orang-orang yang kufur. dan mereka itu adalah orang-orang munafik yang dengan lisan mereka mengatakan “kami membenarkan kepada Allah dan hari akhir” sedangkan secara batin mereka berdusta dan tidak beriman.
Ulasan
Catat Ulasan