ISLAM YANG SEMPURNA JATI DIRINYA SEBENAR DALAM MEMELUK AGAMA ISLAM SEBENAR.
Untuk menjadi insani yang soleh dan solehahnya di dalam memeluk ajaran islam yang benarnya hendaklah beriman kepada Allah Azzawajalla di atas rukNARun iman dan islamnya di dalam kalimah syahadatnya,"
Rukun iman:-
1)Mengucap 2 kalimah syahadat.
2)Sembahyang 5 waktu sehari semalam.
3)Puasa di bulan ramadhan.
4)Menunaikan zakat.
5)Melakukan Haji dan Ummrah di Mekah.
Rukun islam:-
1)Percaya kepada tuhan(Allah Azzawajalla(pencipta dan penguasa alam)
2)Percaya kepada yang Ghaib(malaikat)
3)Percaya kepada Rassul dan Nabi.
4)Percaya kepada hari Qiammat
5)Percaya kepada Kitab Alquran.
6)Percaya kepada Qadak dan Qadar.
Pengertian Rukun Iman Serta Penjelasannya
1. Iman kepada Allah
Dikatakan sebagai seseorang yang beriman kepada Allah maka harus mengimaninya dalam 4 Hal di antaranya adalah rububiah Allah, tiada tuhan selain Allah sebagai pencipta segala alam semesta, penguasa serta mengatur semua jagad raya. Kemudian uluhiah Allah, tidak ada sesembahan selain Allah serta ingkar terhadap semua sesembahan selain Allah. Mengimani semua nama serta Sifat Allah “al-Asma’ul Husna” yang sudah di tetapkan bagi diri-Nya dan juga kepada Nabi-Nya serta sudah di tetapkan oleh Allah, baik dalam menjauhkan sikap dengan menghilagkan artinya, Ingkar terhadap makna, Mempertanyakan serta menyerupai-Nya
2. Iman kepada yang (ghaib)Malaikat-malaikat Allah
Mengimani pada setiap Amalan serta tugas yang telah di berikan oleh Allah kepada Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani kapada semua Kitab Allah merupakan Ucapan-Nya dan Bukan dari ciptaan-Nya. Pasalnya Kalam atau Ucapan adalah sebuah sifat Allah tentunya Sifat Allah bukanlah sebagai Makhkluk. Sebagai umat Islam harus dan wajib mengimani bahwa Al-Qur’an adalah penyempurnaan dari kesemua kitab suci yang sebelumnya yakni seperti Taurat, Zabur dan Injil.
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimankan bahwasanya di antara laki-laki di berbagai kalangan manusia yang telah di Pilih oleh Allah sebagai perantara Diri-Nya terhadap makhluknya. Namun tetapi kesemua manusia pilihan tersebut adlaah manusia biasa yang memang tidak adanya Sifat-Sifat ataupun hak sebagai tuhan, sehingga menyembah para nabi merupakan kebatilan yang sangat nyata. Seoarang muslim pun wajib mengimani bahwasanya wahyu yang di turunkan kepada Nabi serta rasul adalah memang dari Allah Ta’ala. Lalu anda pun wajib mengimani serta mengakui bahwa nabi serta rasul yang di ketahui dan tidak di ketahui namanya.
5. Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada Hari AKhir atau hari kiamat adalah sebagai seorang muslim harus percaya bahwa Hari kiamat memang benar ada dan akan datang pada waktunya nanti dan yang mengetahui hari kiamat hanya Allah Ta’ala. kemudian dalam mengimani bahwasanya ada hari kiamat tentunya anda juga harus mengimani berbagai hal yang pasti terjadi yakni semua akan terjadi di alam barzakh diantara dunia dan Akhirat dengan berupa fitnah kubur. Mengimani juga semua Makhluk akan di bangkitkan pada padang mahsyar dan kemudian akan berakhir dalam kehidupannya di Akhirat selamanya yang kekal sementelaah selesai nilaian dosa dan pahalanya dari imbalannya dari amal yang terbawa menentukan akan hukuman di atas pembalasan Rabbnya di syurga atau nerakanya.
Beriman kepada rukun iman dengan betul bersama dengan ilmu tahu dan ilmu pahamnya sahaja yang dapat merasakan di peribaanya hati di Zahir(kelaku kata) terlihat di(kelaku diri)di dalam keberadaannya,"
Sebutan Qalamnya dirasakan dengan mata akal(hati)dan(akal fikir)akan kemaknaanya yang terungkai di sanubari Qolbu(hati) yang paling dalam adalah pengertiannya(tesurat dan tersirat).
Mempercayai dengan ilmu yakin yang seharusnya di fahami terlebih dahulu maka apa sahaja akan keujudannya atau sesuatu perkara dan kejadiannya adalah(Kun fa ya kunn)maka jadi,jadi lah ia...
Mempercayai dengan penyaksiannya di peribaan diri di(mata hati akal) dan beriman sepenuhnya kepada Asma(Sifatullah)dengan melihat akan ujudnya(esa)di peribaannya diri asmanya bersifat diri di keberadaannya diri yang Rassul(Rohani terpasang sifatnya) (Nabi Muhammad)sebagai ikutan ummatnya.
Mengucap dua kalimah syahadat.
Berimanlah yang sesungguhnya kepada Allah Azzawajalla dengan ajarannya yang benar melalui bukti dalil dari kitab Rasullallah dan sahabatnya dan hadist sohihnya dalam sebuah kitab qalam alqurannya,"
'Kalimah Ashadualla ilahailllallah waashaduanna muhammadar rasullallah.
Aku bersaksi tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad pensuruh Allah.
Mendalami akan maksud dan Erti dengan sepenuhnya dengan rasa hati di jiwa bukanlah sekadar bahan bacaan sambil lewanya tanpa tau akan maksud yang tersurat dan tersiratnya,"
Kalimah syahadatnya bukan untuk di Ertikan sahaja tanpa ajarkan diri sentiasa berpesan pada diri sendiri agar jatuh tidak rebah berdiri tidak kalah terus berusaha untuk beramal yang benar dengan Syahadatnya kepada Nabi Muhammad SAW yang harus kita ikuti akan setiap ajarannya dan jika mulut sahaja yang membicarakan qalamnya tanpa cuba ambil tahu tentang alkisah siapa Nabi Muhammad ikutan kita yang selalu dilafazkan?siapa sahabat juga lainnya dalam suka dan dukanya mempejuangkan islam membawa ummatnya ke jalan yang benar?bagaimanakah kita dikatakan pengikut ajaran Nabi Muhammad sedangkan segalanya tentang Nabi Saw tersebut tidak kita endahkan sedangkan dia itu kekasih Allah Azzawajalla yang wajib kita ikutinya.
'Beriman kepada sifatullah hanya kepada Allah Azzawajalla(sifat 20) yang benar(ujud)yang(Esa)tunggal ,telah disalah ertikan oleh segolongan insaninya yang tergolong dalam kesesatannya beragama serta beraggapan mahu menjadi seperti diri yang bersifat Allah dan beraggapan setelah tammat pembelajaran serta ujiannya mereka telah di naikan martabatnya setinggi sifatnya sang penciptanya sendiri oleh guru atau ketua dari golongan yang mengesahkan diri mereka dengan tahap pencapaiannya diri insani dengan penciptanya menyamai Sang khaliqnya tiada yang membezakan disinilah terserlah akan kesesatannya mendalami ilmu sifat 20 didalam sesuatu kelompoknya yang telah tersasar akan pahamannya dalam memaknai untuk di ertikannya.
Walhal sifat itu telah terpasangkan di sanubari Nabi Muhammad itu sendiri bersifat mulia yang harus di ikuti sebagai akidah dalam kehidupan yang sebenar (contohi sifat Rasullallah yang di ajarkan kepada ummatnya untuk diri kita sendiri berusaha pula untuk memasang akan sifat baik baginda) tawakallah sesungguhnya beserta usaha yang pertama,doa yang keduanya) di dalam mencari akidah ( islam yang benar) serta syariat(peradaban islam yang benar)antara yang (haqq) Allah Azzawajalla kepada ummat ciptaannya kepada ummat yang lainnya di dalam sesuatu ukhuwah(perhubungan sesama manusia sejagatnya tanpa memilih bangsa,darjat,dan sbgainya)
Ajaran benar dalam ajaran islam yang benar dalam amal soleh dan solehahnya mengikut cara bagaimana syahadatnya itu kita imankan di dalam cara bagaimana mencorakannya setiap akan sesuatu pemberiannya juga kejadiannya di dalam perhubungan sehari harinya bersama makhluk ciptaan lainnya,"
'Sebelum mulakan amal ibadahnya fardhu kifayahnya(akidah dalam hukum hakam,niat,kata,zahir kelaku dan apa sahaja akan sesuatu perbuatan baik dan buruknya diatas perintah dan larangannya kepada penciptaan lainnya yang(haqq) bersaksikan(illallah)yang 1(esa) juga fardhu ainnya(syariat)dalam peradabannya tatacara atau tertibnya dalam fiqihnya diri setiap insaninya yang benar dalam amal wajib,sunat,harus dalam ibadahnya hendaklah diketahui.
Tanpa kita mempelajari dan mengetahui sedalamnya makna dan erti sebuah kehidupannya tanpa ajaran(akidah islam dan syariat yang betul)yang di pertuntutkan oleh Rabbnya di dalam perintah dan larangannya maka segala amalan dalam kehidupan ini tidak dapat terlaksanakan dengan benar sebagai seorang islam yang sebenarnya,"terjauh diri dan hidup dari landasan kehidupan yang diredhai oleh Allah Azzawajalla yang terdekatkan dari dalam kesesatanya diri yang mengimanikan makna dan erti yang salah pahamannya,"
Iman.
Hadist(iman)
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepada RasulNya (Muhammad s.a.w) dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh." (Surah An-Nisaa': 136)[2]”
Dari ayat diatas Rukun Iman disebutkan hanyalah lima perkara iaitu
Percaya kepada AllahPercaya kepada Nabi-Nabi dan Rasul-RasulPercaya kepada Malaikat-MalaikatPercaya kepada Kitab-KitabPercaya kepada Hari Akhirat
Tidak disebut rukun iman ke-6 iaitu
Percaya kepada Qada' dan Qadar
Kewajipan beriman kepada Qada' dan Qadar sememangnya tidak diterangkan di dalam ayat 136 surah an-Nisaa'. Namun begitu, Rukun Iman ke-6 yang digariskan oleh Rasulullah tetap mempunyai asas di dalam al-Quran berdasarkan kepada ayat-ayatnya yang lain iaitu:-
“" Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. (Surah Al-Hadid: 22-23)[3]
Orang Islam percaya bahawa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para nabi dan rasul untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ia diakhiri dengan kitab Al-Quran.
Kitab-kitab yang wajib diimani adalah:
Taurat: diturunkan kepada Nabi MusaZabur: diturunkan kepada Nabi DaudInjil: diturunkan kepada Nabi IsaAl-Quran: diturunkan kepada Nabi Muhammad
Orang Islam percaya bahawa pada masa kini, kitab-kitab selain Al-Qurantelah diubahsuai mengikut kehendak pihak-pihak tertentu; maka ia bukan lagi merupakan naskah-naskah yang tulen. Al-Quran menyempurnakan segala kitab-kitab yang terdahulu.
Setiap ummat ciptaannya tidak mengira kaum dan derajatnya dilahirkan beriman tidak mengira akan bangsa dan adat istiadatnya,iman itu terletak di peribaan hati(qolbu)yang baik di diri kelaku yang bersifat sentiasa menjaga akan keperibadian di keberadaan zahir(kata dan kelaku yang baik menonjol tanpa di perlakunkan wataknya)
Keimanan seseorang sering rasa tercabar dan bergelojak hawa dan nafsunya(sebut senarai nafsu-cari) oleh arasa dalam sebuah akan sesuatu ujiannya adalah pemberian dari yang Esa(Allah Azzawajjalla) dalam meniti arus kehidupan di dunia dengan sebuah akan kesabarannya dalam ujian ,kesakitannya,kepedihannya.
Setiap ujian yang diberi melalui hubungan kemanusiannya(cinta,keluarga,teman-teman,pekerjaan)bencana alamnya,sakit di peribaan dirinya,pencarian(rezeki dan ilmunya)
Kesabaran yang tinggi adalah diri yang pantang tercabar setia berdiri tanpa mahu lari dari sebuah kenyataannya takdir walaupun berbaja doa dan pengharapannya tetaplah teguh di dalam naugan dalam kebersamaan yang sama maka dalam setiap ujiannya adala takdir yang tidak dapat di ubahkan lagi hingga diri yang setia diuji tanpa keluh kesahnya.
Ujian tersebut di iringi sakit,pedih,tangis,yang silih berganti yang tiada penghujungnya,untuk ujian kesabaran ini mengajar akan diri setiap insaninya menjadi sebaik manusia ciptaan insaninya yang benar di dalam sebuah kesabarannya.
Tanpa sakit hati,meratapi(tidak redha dan seperti menyalahkan takdirnya)dan berkeluh kesahnya bercerita ulang-ulang kesana kemarinya,tanpa dendam kesumat tidak memaafkan walaupun ujian dari manusia itu sangatlah kejam menghukum tanpa sebab alasan kukuhnya tetapkan memaafkan insani tersebut.
Ujian kesabaran di setiap langkah perjalanan itu mematangkan diri setiap insaninya yang benar beriman adalah seperti diri di dalam sebuah perjuangannya yang hakiki di peribaan(qolbu,minda)diri yang berdiri tegak menanti akan ujian seterusnya dan teguh memperhambakan diri yang sedang berjuang merempuhi dengan sebuah akan keredhaannya hati dan diri di setiap langkahnya setia di uji tanpa meminta akan mati.(berundur di atas setiap kekalahannya diri yang sedang memperjuangkan akan sesuatu tuntutan Rabbnya)
Ujian kesabaran diri yang beriman mengajarkan diri yang mengenal sebenar akan erti sebuah kemaknaannya dalam mengimani diri di peribaan hatinya dengan sebuah akan kesedarannya diri yang sebenar akan memberikan pahamannya dalam merungkai makna dan erti yang tersurat tersiratnya di dalam sesebuah akan ujiannya tersimpan makna yang mendalam dalam marhabahnya sebuah erti kenikmatan sebenar dalam amalnya dalam diri akan mengenal sebuah kesabarannya kesyukurannya,keikhlasannya juga akan keredhaannya.
Amal sabar,syukur,ikhlas dan redha yang di bawa sebagai bekal ke akhirat adalah penting bagi setiap insaninya selain dari ujian amalan sunnat dan wajib lainya,setiap ujian di bahu ummat ciptannya adalah mampu terlaksanakan kerana Rabbnya sahaja yang akan mengenal akan kemampuan ciptaan manusia di setiap ujian yang terpikul adalah pemberiannya yang tidak kita pinta mengundang resah dan nestapanya tetapkan terpikul dek bahu-bahu ummat pilihannya.
ULANG KAJI PELAJARAN-;DALAM RUKUN SYAHADAH.
KESINPULANNYA DALAM RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN:-
Tiada Tuhan Melainkan Tuhan;
Muhammad Itu Pesuruh Tuhan.
Pengertian Rukun Islam dan Penjelasannya
1. Mengucap dua kalimah Syahadat
Syahadat memiliki arti berucap secara lisan kemudian membenarkan dalam hati lalu mengamalkannya dengan perilaku atau perbuatan. Sehingga jika seseorang berucap dengan secara lisan tapi tidak mengerti arti sebenarnya serta tidak menjalankannya dengan benar-benar maka tentu saja hal tersebut tidak akan bermanfaat dengan Syahadatnya tersebut.
2. Mendirikan Shalat.
Shalat merupakan ibadah yang wajib di lakukan oleh seorang muslim dan tidak boleh di tinggalkan meski dalam keadaan sakit atau halangan lainnya karena memang Shalat bisa di katakan merupakan kedudukannya yang paling agung serta menjadi sebagai prioritas agama maka disebutkan bahwa Shalat adalah tiangnya agama. Secara umum Shalat adalah sebagai sarana antara seorang hamba dan tuhannya, Shalat juga bisa menjadi sebuah gambaran seseorang hamba taat kapada tuhannya.
3. Menunaikan zakat
Kemudian rukun yang ketiga dan wajib di lakukan oleh umat islam adalah menunaikan Zakat. Secara umum Zakat adalah kewajiban dalam menyisihkan sebagian jenis harta lalu kemudian di salurkan kepada yang membutuhkannya di dalam waktu tertentu.
4. Berpuasa pada bulan suci Ramadhan.
Secara garis besar Puasa sendiri adalah ibadah kepada Allah serta menjalankan segala perintahnya. beberapa hal yang menjadikan Puasa dapat di jalankan yakni meninggalkan syahwat (Nafsu), Maka dan minum karena Allah Ta’ala. Hal ini memiliki manfaat agar seorang muslim dapat meningkatkan taqwa dan imannya.
Baca Juga : 15 Manfaat Sholat 5 Waktu Bagi Tubuh
5. Menunaikan Haji bila Mampu.
Pengertian haji secara singkat dan umum adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah baik dengan Ruh, Jasmaniah serta Harta.
Maka sempurnakan islam kita semua dengan ajaran Nabi Muhammad yang benar.Agar diri tidak terpesongkan oleh akidah yang tidak benar.
Semoga bermanfaat.
Hanya Allah Azzawajalla yang lebih mengetahui.
Amiin Ya Rabbal alamiin.
Wallahualam.
Untuk menjadi insani yang soleh dan solehahnya di dalam memeluk ajaran islam yang benarnya hendaklah beriman kepada Allah Azzawajalla di atas rukNARun iman dan islamnya di dalam kalimah syahadatnya,"
Rukun iman:-
1)Mengucap 2 kalimah syahadat.
2)Sembahyang 5 waktu sehari semalam.
3)Puasa di bulan ramadhan.
4)Menunaikan zakat.
5)Melakukan Haji dan Ummrah di Mekah.
Rukun islam:-
1)Percaya kepada tuhan(Allah Azzawajalla(pencipta dan penguasa alam)
2)Percaya kepada yang Ghaib(malaikat)
3)Percaya kepada Rassul dan Nabi.
4)Percaya kepada hari Qiammat
5)Percaya kepada Kitab Alquran.
6)Percaya kepada Qadak dan Qadar.
Pengertian Rukun Iman Serta Penjelasannya
1. Iman kepada Allah
Dikatakan sebagai seseorang yang beriman kepada Allah maka harus mengimaninya dalam 4 Hal di antaranya adalah rububiah Allah, tiada tuhan selain Allah sebagai pencipta segala alam semesta, penguasa serta mengatur semua jagad raya. Kemudian uluhiah Allah, tidak ada sesembahan selain Allah serta ingkar terhadap semua sesembahan selain Allah. Mengimani semua nama serta Sifat Allah “al-Asma’ul Husna” yang sudah di tetapkan bagi diri-Nya dan juga kepada Nabi-Nya serta sudah di tetapkan oleh Allah, baik dalam menjauhkan sikap dengan menghilagkan artinya, Ingkar terhadap makna, Mempertanyakan serta menyerupai-Nya
2. Iman kepada yang (ghaib)Malaikat-malaikat Allah
Mengimani pada setiap Amalan serta tugas yang telah di berikan oleh Allah kepada Malaikat.
3. Iman kepada Kitab-kitab Allah
Mengimani kapada semua Kitab Allah merupakan Ucapan-Nya dan Bukan dari ciptaan-Nya. Pasalnya Kalam atau Ucapan adalah sebuah sifat Allah tentunya Sifat Allah bukanlah sebagai Makhkluk. Sebagai umat Islam harus dan wajib mengimani bahwa Al-Qur’an adalah penyempurnaan dari kesemua kitab suci yang sebelumnya yakni seperti Taurat, Zabur dan Injil.
4. Iman kepada Rasul-rasul Allah
Mengimankan bahwasanya di antara laki-laki di berbagai kalangan manusia yang telah di Pilih oleh Allah sebagai perantara Diri-Nya terhadap makhluknya. Namun tetapi kesemua manusia pilihan tersebut adlaah manusia biasa yang memang tidak adanya Sifat-Sifat ataupun hak sebagai tuhan, sehingga menyembah para nabi merupakan kebatilan yang sangat nyata. Seoarang muslim pun wajib mengimani bahwasanya wahyu yang di turunkan kepada Nabi serta rasul adalah memang dari Allah Ta’ala. Lalu anda pun wajib mengimani serta mengakui bahwa nabi serta rasul yang di ketahui dan tidak di ketahui namanya.
5. Iman kepada Hari Akhir
Iman kepada Hari AKhir atau hari kiamat adalah sebagai seorang muslim harus percaya bahwa Hari kiamat memang benar ada dan akan datang pada waktunya nanti dan yang mengetahui hari kiamat hanya Allah Ta’ala. kemudian dalam mengimani bahwasanya ada hari kiamat tentunya anda juga harus mengimani berbagai hal yang pasti terjadi yakni semua akan terjadi di alam barzakh diantara dunia dan Akhirat dengan berupa fitnah kubur. Mengimani juga semua Makhluk akan di bangkitkan pada padang mahsyar dan kemudian akan berakhir dalam kehidupannya di Akhirat selamanya yang kekal sementelaah selesai nilaian dosa dan pahalanya dari imbalannya dari amal yang terbawa menentukan akan hukuman di atas pembalasan Rabbnya di syurga atau nerakanya.
Sebutan Qalamnya dirasakan dengan mata akal(hati)dan(akal fikir)akan kemaknaanya yang terungkai di sanubari Qolbu(hati) yang paling dalam adalah pengertiannya(tesurat dan tersirat).
Mempercayai dengan ilmu yakin yang seharusnya di fahami terlebih dahulu maka apa sahaja akan keujudannya atau sesuatu perkara dan kejadiannya adalah(Kun fa ya kunn)maka jadi,jadi lah ia...
Mempercayai dengan penyaksiannya di peribaan diri di(mata hati akal) dan beriman sepenuhnya kepada Asma(Sifatullah)dengan melihat akan ujudnya(esa)di peribaannya diri asmanya bersifat diri di keberadaannya diri yang Rassul(Rohani terpasang sifatnya) (Nabi Muhammad)sebagai ikutan ummatnya.
Mengucap dua kalimah syahadat.
Berimanlah yang sesungguhnya kepada Allah Azzawajalla dengan ajarannya yang benar melalui bukti dalil dari kitab Rasullallah dan sahabatnya dan hadist sohihnya dalam sebuah kitab qalam alqurannya,"
'Kalimah Ashadualla ilahailllallah waashaduanna muhammadar rasullallah.
Aku bersaksi tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad pensuruh Allah.
Mendalami akan maksud dan Erti dengan sepenuhnya dengan rasa hati di jiwa bukanlah sekadar bahan bacaan sambil lewanya tanpa tau akan maksud yang tersurat dan tersiratnya,"
Kalimah syahadatnya bukan untuk di Ertikan sahaja tanpa ajarkan diri sentiasa berpesan pada diri sendiri agar jatuh tidak rebah berdiri tidak kalah terus berusaha untuk beramal yang benar dengan Syahadatnya kepada Nabi Muhammad SAW yang harus kita ikuti akan setiap ajarannya dan jika mulut sahaja yang membicarakan qalamnya tanpa cuba ambil tahu tentang alkisah siapa Nabi Muhammad ikutan kita yang selalu dilafazkan?siapa sahabat juga lainnya dalam suka dan dukanya mempejuangkan islam membawa ummatnya ke jalan yang benar?bagaimanakah kita dikatakan pengikut ajaran Nabi Muhammad sedangkan segalanya tentang Nabi Saw tersebut tidak kita endahkan sedangkan dia itu kekasih Allah Azzawajalla yang wajib kita ikutinya.
'Beriman kepada sifatullah hanya kepada Allah Azzawajalla(sifat 20) yang benar(ujud)yang(Esa)tunggal ,telah disalah ertikan oleh segolongan insaninya yang tergolong dalam kesesatannya beragama serta beraggapan mahu menjadi seperti diri yang bersifat Allah dan beraggapan setelah tammat pembelajaran serta ujiannya mereka telah di naikan martabatnya setinggi sifatnya sang penciptanya sendiri oleh guru atau ketua dari golongan yang mengesahkan diri mereka dengan tahap pencapaiannya diri insani dengan penciptanya menyamai Sang khaliqnya tiada yang membezakan disinilah terserlah akan kesesatannya mendalami ilmu sifat 20 didalam sesuatu kelompoknya yang telah tersasar akan pahamannya dalam memaknai untuk di ertikannya.
Walhal sifat itu telah terpasangkan di sanubari Nabi Muhammad itu sendiri bersifat mulia yang harus di ikuti sebagai akidah dalam kehidupan yang sebenar (contohi sifat Rasullallah yang di ajarkan kepada ummatnya untuk diri kita sendiri berusaha pula untuk memasang akan sifat baik baginda) tawakallah sesungguhnya beserta usaha yang pertama,doa yang keduanya) di dalam mencari akidah ( islam yang benar) serta syariat(peradaban islam yang benar)antara yang (haqq) Allah Azzawajalla kepada ummat ciptaannya kepada ummat yang lainnya di dalam sesuatu ukhuwah(perhubungan sesama manusia sejagatnya tanpa memilih bangsa,darjat,dan sbgainya)
Ajaran benar dalam ajaran islam yang benar dalam amal soleh dan solehahnya mengikut cara bagaimana syahadatnya itu kita imankan di dalam cara bagaimana mencorakannya setiap akan sesuatu pemberiannya juga kejadiannya di dalam perhubungan sehari harinya bersama makhluk ciptaan lainnya,"
'Sebelum mulakan amal ibadahnya fardhu kifayahnya(akidah dalam hukum hakam,niat,kata,zahir kelaku dan apa sahaja akan sesuatu perbuatan baik dan buruknya diatas perintah dan larangannya kepada penciptaan lainnya yang(haqq) bersaksikan(illallah)yang 1(esa) juga fardhu ainnya(syariat)dalam peradabannya tatacara atau tertibnya dalam fiqihnya diri setiap insaninya yang benar dalam amal wajib,sunat,harus dalam ibadahnya hendaklah diketahui.
Tanpa kita mempelajari dan mengetahui sedalamnya makna dan erti sebuah kehidupannya tanpa ajaran(akidah islam dan syariat yang betul)yang di pertuntutkan oleh Rabbnya di dalam perintah dan larangannya maka segala amalan dalam kehidupan ini tidak dapat terlaksanakan dengan benar sebagai seorang islam yang sebenarnya,"terjauh diri dan hidup dari landasan kehidupan yang diredhai oleh Allah Azzawajalla yang terdekatkan dari dalam kesesatanya diri yang mengimanikan makna dan erti yang salah pahamannya,"
Iman.
Hadist(iman)
"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepada RasulNya (Muhammad s.a.w) dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh." (Surah An-Nisaa': 136)[2]”
Dari ayat diatas Rukun Iman disebutkan hanyalah lima perkara iaitu
Percaya kepada AllahPercaya kepada Nabi-Nabi dan Rasul-RasulPercaya kepada Malaikat-MalaikatPercaya kepada Kitab-KitabPercaya kepada Hari Akhirat
Tidak disebut rukun iman ke-6 iaitu
Percaya kepada Qada' dan Qadar
Kewajipan beriman kepada Qada' dan Qadar sememangnya tidak diterangkan di dalam ayat 136 surah an-Nisaa'. Namun begitu, Rukun Iman ke-6 yang digariskan oleh Rasulullah tetap mempunyai asas di dalam al-Quran berdasarkan kepada ayat-ayatnya yang lain iaitu:-
“" Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. (Surah Al-Hadid: 22-23)[3]
Orang Islam percaya bahawa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para nabi dan rasul untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ia diakhiri dengan kitab Al-Quran.
Kitab-kitab yang wajib diimani adalah:
Taurat: diturunkan kepada Nabi MusaZabur: diturunkan kepada Nabi DaudInjil: diturunkan kepada Nabi IsaAl-Quran: diturunkan kepada Nabi Muhammad
Orang Islam percaya bahawa pada masa kini, kitab-kitab selain Al-Qurantelah diubahsuai mengikut kehendak pihak-pihak tertentu; maka ia bukan lagi merupakan naskah-naskah yang tulen. Al-Quran menyempurnakan segala kitab-kitab yang terdahulu.
Dalil Hadis tentang Rukun Iman
Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:
Setiap ummat ciptaannya tidak mengira kaum dan derajatnya dilahirkan beriman tidak mengira akan bangsa dan adat istiadatnya,iman itu terletak di peribaan hati(qolbu)yang baik di diri kelaku yang bersifat sentiasa menjaga akan keperibadian di keberadaan zahir(kata dan kelaku yang baik menonjol tanpa di perlakunkan wataknya)
Keimanan seseorang sering rasa tercabar dan bergelojak hawa dan nafsunya(sebut senarai nafsu-cari) oleh arasa dalam sebuah akan sesuatu ujiannya adalah pemberian dari yang Esa(Allah Azzawajjalla) dalam meniti arus kehidupan di dunia dengan sebuah akan kesabarannya dalam ujian ,kesakitannya,kepedihannya.
Setiap ujian yang diberi melalui hubungan kemanusiannya(cinta,keluarga,teman-teman,pekerjaan)bencana alamnya,sakit di peribaan dirinya,pencarian(rezeki dan ilmunya)
Kesabaran yang tinggi adalah diri yang pantang tercabar setia berdiri tanpa mahu lari dari sebuah kenyataannya takdir walaupun berbaja doa dan pengharapannya tetaplah teguh di dalam naugan dalam kebersamaan yang sama maka dalam setiap ujiannya adala takdir yang tidak dapat di ubahkan lagi hingga diri yang setia diuji tanpa keluh kesahnya.
Ujian tersebut di iringi sakit,pedih,tangis,yang silih berganti yang tiada penghujungnya,untuk ujian kesabaran ini mengajar akan diri setiap insaninya menjadi sebaik manusia ciptaan insaninya yang benar di dalam sebuah kesabarannya.
Tanpa sakit hati,meratapi(tidak redha dan seperti menyalahkan takdirnya)dan berkeluh kesahnya bercerita ulang-ulang kesana kemarinya,tanpa dendam kesumat tidak memaafkan walaupun ujian dari manusia itu sangatlah kejam menghukum tanpa sebab alasan kukuhnya tetapkan memaafkan insani tersebut.
Ujian kesabaran di setiap langkah perjalanan itu mematangkan diri setiap insaninya yang benar beriman adalah seperti diri di dalam sebuah perjuangannya yang hakiki di peribaan(qolbu,minda)diri yang berdiri tegak menanti akan ujian seterusnya dan teguh memperhambakan diri yang sedang berjuang merempuhi dengan sebuah akan keredhaannya hati dan diri di setiap langkahnya setia di uji tanpa meminta akan mati.(berundur di atas setiap kekalahannya diri yang sedang memperjuangkan akan sesuatu tuntutan Rabbnya)
Ujian kesabaran diri yang beriman mengajarkan diri yang mengenal sebenar akan erti sebuah kemaknaannya dalam mengimani diri di peribaan hatinya dengan sebuah akan kesedarannya diri yang sebenar akan memberikan pahamannya dalam merungkai makna dan erti yang tersurat tersiratnya di dalam sesebuah akan ujiannya tersimpan makna yang mendalam dalam marhabahnya sebuah erti kenikmatan sebenar dalam amalnya dalam diri akan mengenal sebuah kesabarannya kesyukurannya,keikhlasannya juga akan keredhaannya.
Amal sabar,syukur,ikhlas dan redha yang di bawa sebagai bekal ke akhirat adalah penting bagi setiap insaninya selain dari ujian amalan sunnat dan wajib lainya,setiap ujian di bahu ummat ciptannya adalah mampu terlaksanakan kerana Rabbnya sahaja yang akan mengenal akan kemampuan ciptaan manusia di setiap ujian yang terpikul adalah pemberiannya yang tidak kita pinta mengundang resah dan nestapanya tetapkan terpikul dek bahu-bahu ummat pilihannya.
ULANG KAJI PELAJARAN-;DALAM RUKUN SYAHADAH.
Rukun Islam Dan Rukun Iman
KESINPULANNYA DALAM RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN:-
1) Amalan Kalimah Syahadah
Perintah pertama Tuhan untuk manusia adalah mengucapkan 2 kalimah syahadah iaitu 'Saya Bersaksi Tiada Tuhan selain Tuhan dan Nabi Muhammad Pesuruh Tuhan'. Setelah manusia mengaku Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad ialah pesuruhnya, dia telah melakukan kebaikan terbesar disisi Tuhan. Setelah ini Tuhan menyuruh kita untuk menunaikan Hak Kalimah seperti yang diamalkan Nabi Muhammad iaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kemungkaran terbesar ialah manusia tidak mengaku Tuhan sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad ialah pesuruhya perlu dicegah dengan menyampaikan/mendakwahkan Kalimah Syahadah Kepada yang belum mengucapkan Kalimah(belum Islam)untuk mengucapkan Kalimah Mulia ini. Kemungkaran terbesar dibuat olah orang Islam ialah tidak menunaikan Hak Kalimah (tidak mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) dan kedua tidak menjaga Solat, perlu dicegah dengan mengajak mereka mengamalkannya.
Menunaikan Hak Kalimah ini merupakan amalan disebut di dalam Quran sebagai amar makruf nahi Munkar, Tuhan memberi contoh melalui kisah-kisah Nabi di dalam Al-Quran cara yang mereka menyempurmakan keinginan Tuhan iaitu semua manusia beriman. Nabi-nabi mencegah mungkar manusia yang tidak mengakui tiada Tuhan selain Tuhan dan Nabi tersebut sebagai pesuruhya dengan mengajak mereka supaya mengaku dan pengikut Nabi juga mengajak manusia lain kepada kebaikan.
Hukum menunaikan Hak Kalimah ini adalah Fardhu Ain kepada semua orang Islam untuk mengajak kepada kebaikan(perintah Tuhan) dan mencegah kemungkaran setiap hari dan Fardhu Kifayah secara berjemaah bermula di setiap Masjid. Setiap masjid perlu ada sebahagian yang mengajak kepada kebiakan dan mencegah kemungkaran[perlu rujukan]
Tiada Tuhan Melainkan Tuhan;
Muhammad Itu Pesuruh Tuhan.
Solat adalah ibadat fardu yang wajib dilakukan oleh orang Islam lima kali sehari. Solat lima waktu ini dikenali sebagai solat Fardu atau solat yang wajib dilakukan.
Waktu Solat telah ditentukan masanya
- Solat Subuh (Sekurang-kurangnya sejam setengah sebelum matahari terbit)
- Solat Zohor (Baru sahaja selepas tengah hari)
- Solat Asar (Waktu petang)
- Solat Maghrib (Baru sahaja selepas matahari terbenam)
- Solat Isyak (Sekurang-kurangnya sejam setengah selepas matahari terbenam)
Sebelum solat dapat dilakukan, seorang harus membersihkan diri daripada hadas besar dan hadas kecil. Pembersihan hadas kecil dikenali sebagai Wudhu. Manakala pembersihan hadas besar pula adalah Mandi wajib (ghusl).
Solat harus dilakukan dalam bahasa Arab, yakni bahasa Al-Quran. Ketika solat, orang Muslim hendaklah berdiritegak (bagi siapa yang mampu), rukuk, sujud sambil menghadap ke arah Kiblatyakni menghadap Kaabah di Makkah. Ianya berakhir dengan memandang ke kanan dan kemudian ke kiri, menyebut "Assalamu 'alaikum" bermaksud salam sejahtera bagimu.
Puasa
Bermaksud menahan anggota badan dari perkara yang menbatalkan puasa dari terbit fajar sehingga terbenam matahari. Contoh :- Menahan mulut dari makan dan bercakap sia-sia,
Zakat
Zakat dari segi syarak adalah mengeluarkan sebahagian daripada harta yang tertentu kepada golongan tertentu apabila cukup syarat-syaratnya.
Menunaikan haji
Semua orang Islam yang mampu wajib mengerjakan haji, tidak berkira asal-usul mereka. Umat Islam harus mengerjakan rukun ini sekurang-kurangnya sekali dalam hidup mereka.
Semasa haji para Muslim mengingati peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam. Penyelidik Muslim dan Barat mendapati cara penunaian haji ini berasal dari cara Nabi Muhammad s.a.w. melakukakannya
Lafaz Al-Quran dari segi bahasa adalah bacaan atau himpunan huruf dan kalimah. Ini berdasarkan firman Allah:
Pengertian Rukun Islam dan Penjelasannya
1. Mengucap dua kalimah Syahadat
Syahadat memiliki arti berucap secara lisan kemudian membenarkan dalam hati lalu mengamalkannya dengan perilaku atau perbuatan. Sehingga jika seseorang berucap dengan secara lisan tapi tidak mengerti arti sebenarnya serta tidak menjalankannya dengan benar-benar maka tentu saja hal tersebut tidak akan bermanfaat dengan Syahadatnya tersebut.
2. Mendirikan Shalat.
Shalat merupakan ibadah yang wajib di lakukan oleh seorang muslim dan tidak boleh di tinggalkan meski dalam keadaan sakit atau halangan lainnya karena memang Shalat bisa di katakan merupakan kedudukannya yang paling agung serta menjadi sebagai prioritas agama maka disebutkan bahwa Shalat adalah tiangnya agama. Secara umum Shalat adalah sebagai sarana antara seorang hamba dan tuhannya, Shalat juga bisa menjadi sebuah gambaran seseorang hamba taat kapada tuhannya.
3. Menunaikan zakat
Kemudian rukun yang ketiga dan wajib di lakukan oleh umat islam adalah menunaikan Zakat. Secara umum Zakat adalah kewajiban dalam menyisihkan sebagian jenis harta lalu kemudian di salurkan kepada yang membutuhkannya di dalam waktu tertentu.
4. Berpuasa pada bulan suci Ramadhan.
Secara garis besar Puasa sendiri adalah ibadah kepada Allah serta menjalankan segala perintahnya. beberapa hal yang menjadikan Puasa dapat di jalankan yakni meninggalkan syahwat (Nafsu), Maka dan minum karena Allah Ta’ala. Hal ini memiliki manfaat agar seorang muslim dapat meningkatkan taqwa dan imannya.
Baca Juga : 15 Manfaat Sholat 5 Waktu Bagi Tubuh
5. Menunaikan Haji bila Mampu.
Pengertian haji secara singkat dan umum adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah baik dengan Ruh, Jasmaniah serta Harta.
Maka sempurnakan islam kita semua dengan ajaran Nabi Muhammad yang benar.Agar diri tidak terpesongkan oleh akidah yang tidak benar.
Semoga bermanfaat.
Hanya Allah Azzawajalla yang lebih mengetahui.
Amiin Ya Rabbal alamiin.
Wallahualam.
Ulasan
Catat Ulasan