Langkau ke kandungan utama

RUKUN IMAN DAN ISLAM.

ISLAM YANG SEMPURNA JATI DIRINYA SEBENAR DALAM MEMELUK AGAMA ISLAM SEBENAR.

Untuk menjadi insani yang soleh dan solehahnya di dalam memeluk ajaran islam yang benarnya hendaklah beriman kepada Allah Azzawajalla di atas rukNARun iman dan islamnya di dalam kalimah syahadatnya,"

Rukun iman:-
1)Mengucap 2 kalimah syahadat.
2)Sembahyang 5 waktu sehari semalam.
3)Puasa di bulan ramadhan.
4)Menunaikan zakat.
5)Melakukan Haji dan Ummrah di Mekah.

Rukun islam:-
1)Percaya kepada tuhan(Allah Azzawajalla(pencipta dan penguasa alam)
2)Percaya kepada yang Ghaib(malaikat)
3)Percaya kepada Rassul dan Nabi.
4)Percaya kepada hari Qiammat
5)Percaya kepada Kitab Alquran.
6)Percaya kepada Qadak dan Qadar.


Pengertian Rukun Iman Serta Penjelasannya

1. Iman kepada Allah

Dikatakan sebagai seseorang yang beriman kepada Allah maka harus mengimaninya dalam 4 Hal di antaranya adalah rububiah Allah, tiada tuhan selain Allah sebagai pencipta segala alam semesta, penguasa serta mengatur semua jagad raya. Kemudian uluhiah Allah, tidak ada sesembahan selain Allah serta ingkar terhadap semua sesembahan selain Allah. Mengimani semua nama serta Sifat Allah “al-Asma’ul Husna” yang sudah di tetapkan bagi diri-Nya dan juga kepada Nabi-Nya serta sudah di tetapkan oleh Allah, baik dalam menjauhkan sikap dengan menghilagkan artinya, Ingkar terhadap makna, Mempertanyakan serta menyerupai-Nya

2. Iman kepada yang (ghaib)Malaikat-malaikat Allah

Mengimani pada setiap Amalan serta tugas yang telah di berikan oleh Allah kepada Malaikat.

3. Iman kepada Kitab-kitab Allah

Mengimani kapada semua Kitab Allah merupakan Ucapan-Nya dan Bukan dari ciptaan-Nya. Pasalnya Kalam atau Ucapan adalah sebuah sifat Allah tentunya Sifat Allah bukanlah sebagai Makhkluk. Sebagai umat Islam harus dan wajib mengimani bahwa Al-Qur’an adalah penyempurnaan dari kesemua kitab suci yang sebelumnya yakni seperti Taurat, Zabur dan Injil.

4. Iman kepada Rasul-rasul Allah

Mengimankan bahwasanya di antara laki-laki di berbagai kalangan manusia yang telah di Pilih oleh Allah sebagai perantara Diri-Nya terhadap makhluknya. Namun tetapi kesemua manusia pilihan tersebut adlaah manusia biasa yang memang tidak adanya Sifat-Sifat ataupun hak sebagai tuhan, sehingga menyembah para nabi merupakan kebatilan yang sangat nyata. Seoarang muslim pun wajib mengimani bahwasanya wahyu yang di turunkan kepada Nabi serta rasul adalah memang dari Allah Ta’ala. Lalu anda pun wajib mengimani serta mengakui bahwa nabi serta rasul yang di ketahui dan tidak di ketahui namanya.

5. Iman kepada Hari Akhir

Iman kepada Hari AKhir atau hari kiamat adalah sebagai seorang muslim harus percaya bahwa Hari kiamat memang benar ada dan akan datang pada waktunya nanti dan yang mengetahui hari kiamat hanya Allah Ta’ala. kemudian dalam mengimani bahwasanya ada hari kiamat tentunya anda juga harus mengimani berbagai hal yang pasti terjadi yakni semua akan terjadi di alam barzakh diantara dunia dan Akhirat dengan berupa fitnah kubur. Mengimani juga semua Makhluk akan di bangkitkan pada padang mahsyar dan kemudian akan berakhir dalam kehidupannya di Akhirat selamanya yang kekal sementelaah selesai nilaian dosa dan pahalanya dari imbalannya dari amal yang terbawa menentukan akan hukuman di atas pembalasan Rabbnya di syurga atau nerakanya.

Beriman kepada rukun iman dengan betul bersama dengan ilmu tahu dan ilmu pahamnya sahaja yang dapat merasakan di peribaanya hati di Zahir(kelaku kata) terlihat di(kelaku diri)di dalam keberadaannya,"

Sebutan Qalamnya dirasakan dengan mata akal(hati)dan(akal fikir)akan kemaknaanya yang terungkai di sanubari Qolbu(hati) yang paling dalam adalah pengertiannya(tesurat dan tersirat).

Mempercayai dengan ilmu yakin yang seharusnya di fahami terlebih dahulu maka apa sahaja akan keujudannya atau sesuatu perkara dan kejadiannya adalah(Kun fa ya kunn)maka jadi,jadi lah ia...

Mempercayai dengan penyaksiannya di peribaan diri di(mata hati akal) dan beriman sepenuhnya kepada Asma(Sifatullah)dengan melihat akan ujudnya(esa)di peribaannya diri asmanya bersifat diri di keberadaannya diri yang Rassul(Rohani terpasang sifatnya) (Nabi Muhammad)sebagai ikutan ummatnya.

Mengucap dua kalimah syahadat.

Berimanlah yang sesungguhnya kepada Allah Azzawajalla dengan ajarannya yang benar melalui bukti dalil dari kitab Rasullallah dan sahabatnya dan hadist sohihnya dalam sebuah kitab qalam alqurannya,"

'Kalimah Ashadualla ilahailllallah waashaduanna muhammadar rasullallah.

Aku bersaksi tiada tuhan yang disembah melainkan Allah dan aku bersaksi Nabi Muhammad pensuruh Allah.

Mendalami akan maksud dan Erti dengan sepenuhnya dengan rasa hati di jiwa bukanlah sekadar bahan bacaan sambil lewanya tanpa tau akan maksud yang tersurat dan tersiratnya,"

Kalimah syahadatnya bukan untuk di Ertikan sahaja tanpa ajarkan diri sentiasa berpesan pada diri sendiri agar jatuh tidak rebah berdiri tidak kalah terus berusaha untuk beramal yang benar dengan Syahadatnya kepada Nabi Muhammad SAW yang harus kita ikuti akan setiap ajarannya dan jika mulut sahaja yang membicarakan qalamnya tanpa cuba ambil tahu tentang alkisah siapa Nabi Muhammad ikutan kita yang selalu dilafazkan?siapa sahabat juga lainnya dalam suka dan dukanya mempejuangkan islam membawa ummatnya ke jalan yang benar?bagaimanakah kita dikatakan pengikut ajaran Nabi Muhammad sedangkan segalanya tentang Nabi Saw tersebut tidak kita endahkan sedangkan dia itu kekasih Allah Azzawajalla yang wajib kita ikutinya.

'Beriman kepada sifatullah hanya kepada Allah Azzawajalla(sifat 20) yang benar(ujud)yang(Esa)tunggal ,telah disalah ertikan oleh segolongan insaninya yang tergolong dalam kesesatannya beragama serta beraggapan mahu menjadi seperti diri yang bersifat Allah dan beraggapan setelah tammat pembelajaran serta ujiannya mereka telah di naikan martabatnya setinggi sifatnya sang penciptanya sendiri oleh guru atau ketua dari golongan yang mengesahkan diri mereka dengan tahap pencapaiannya diri insani dengan penciptanya menyamai Sang khaliqnya tiada yang membezakan disinilah terserlah akan kesesatannya mendalami ilmu sifat 20 didalam sesuatu kelompoknya yang telah tersasar akan pahamannya dalam memaknai untuk di ertikannya.

Walhal sifat itu telah terpasangkan di sanubari Nabi Muhammad itu sendiri bersifat mulia yang harus di ikuti sebagai akidah dalam kehidupan yang sebenar (contohi sifat Rasullallah yang di ajarkan kepada ummatnya untuk diri kita sendiri berusaha pula untuk memasang akan sifat baik baginda) tawakallah sesungguhnya beserta usaha yang pertama,doa yang keduanya) di dalam mencari akidah ( islam yang benar) serta syariat(peradaban islam yang benar)antara yang (haqq) Allah Azzawajalla kepada ummat ciptaannya kepada ummat yang lainnya di dalam sesuatu ukhuwah(perhubungan sesama manusia sejagatnya tanpa memilih bangsa,darjat,dan sbgainya)

Ajaran benar dalam ajaran islam yang  benar dalam amal soleh dan solehahnya mengikut cara bagaimana syahadatnya itu kita imankan di dalam cara bagaimana mencorakannya setiap akan sesuatu pemberiannya juga kejadiannya di dalam perhubungan sehari harinya bersama makhluk ciptaan lainnya,"

'Sebelum mulakan amal ibadahnya  fardhu kifayahnya(akidah dalam hukum hakam,niat,kata,zahir kelaku dan apa sahaja akan sesuatu perbuatan baik dan buruknya diatas perintah dan larangannya kepada penciptaan lainnya yang(haqq) bersaksikan(illallah)yang 1(esa) juga fardhu ainnya(syariat)dalam peradabannya tatacara atau tertibnya dalam fiqihnya diri setiap insaninya yang benar dalam amal wajib,sunat,harus dalam ibadahnya hendaklah diketahui.

Tanpa kita mempelajari dan mengetahui sedalamnya makna dan erti sebuah kehidupannya tanpa  ajaran(akidah islam dan syariat yang betul)yang di pertuntutkan oleh Rabbnya di dalam perintah dan larangannya maka segala amalan dalam kehidupan ini tidak dapat  terlaksanakan dengan benar sebagai seorang islam yang sebenarnya,"terjauh diri dan hidup dari landasan kehidupan yang diredhai oleh Allah Azzawajalla yang terdekatkan dari dalam kesesatanya diri yang mengimanikan makna dan erti yang salah pahamannya,"


Iman.

Hadist(iman)

"Wahai orang-orang yang beriman! Tetapkanlah iman kamu kepada Allah dan RasulNya, dan kepada Kitab Al-Quran yang telah diturunkan kepada RasulNya (Muhammad s.a.w) dan juga kepada Kitab-kitab Suci yang telah diturunkan dahulu daripada itu dan sesiapa yang kufur ingkar kepada Allah dan Malaikat-malaikatNya, dan Kitab-kitabNya dan Rasul-rasulNya dan juga Hari Akhirat, maka sesungguhnya dia telah sesat dengan kesesatan yang amat jauh." (Surah An-Nisaa': 136)[2]”

Dari ayat diatas Rukun Iman disebutkan hanyalah lima perkara iaitu

Percaya kepada AllahPercaya kepada Nabi-Nabi dan Rasul-RasulPercaya kepada Malaikat-MalaikatPercaya kepada Kitab-KitabPercaya kepada Hari Akhirat

Tidak disebut rukun iman ke-6 iaitu

Percaya kepada Qada' dan Qadar

Kewajipan beriman kepada Qada' dan Qadar sememangnya tidak diterangkan di dalam ayat 136 surah an-Nisaa'. Namun begitu, Rukun Iman ke-6 yang digariskan oleh Rasulullah tetap mempunyai asas di dalam al-Quran berdasarkan kepada ayat-ayatnya yang lain iaitu:-

“" Tidak ada sesuatu kesusahan (atau bala bencana) yang ditimpakan di bumi dan tidak juga yang menimpa diri kamu, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (pengetahuan Kami) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. (Kamu diberitahu tentang itu) supaya kamu tidak bersedih hati akan apa yang telah luput daripada kamu dan tidak pula bergembira (secara sombong dan bangga) dengan apa yang diberikan kepada kamu dan (ingatlah), Allah tidak suka kepada tiap-tiap orang yang sombong takbur, lagi membanggakan diri. (Surah Al-Hadid: 22-23)[3]
Orang Islam percaya bahawa Allah telah menurunkan kitab-kitab kepada para nabi dan rasul untuk membimbing manusia ke jalan yang benar. Ia diakhiri dengan kitab Al-Quran.

Kitab-kitab yang wajib diimani adalah:

Taurat: diturunkan kepada Nabi MusaZabur: diturunkan kepada Nabi DaudInjil: diturunkan kepada Nabi IsaAl-Quran: diturunkan kepada Nabi Muhammad

Orang Islam percaya bahawa pada masa kini, kitab-kitab selain Al-Qurantelah diubahsuai mengikut kehendak pihak-pihak tertentu; maka ia bukan lagi merupakan naskah-naskah yang tulen. Al-Quran menyempurnakan segala kitab-kitab yang terdahulu.

Dalil Hadis tentang Rukun ImanSunting

Hadis riwayat Abu Hurairah ra., ia berkata:

" Pada suatu hari, Rasulullah saw. muncul di antara kaum muslimin.
Lalu datang seorang laki-laki dan bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Iman itu?
Rasulullah saw. menjawab: Engkau beriman kepada Allah, malaikat-malaikat-Nya, kitab-kitab-Nya, pertemuan dengan-Nya, rasul-rasul-Nya dan kepada hari berbangkit.
Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, apakah Islam itu?
Rasulullah saw. menjawab: Islam adalah engkau beribadah kepada Allah dan tidak menyekutukan-Nya dengan apa pun, mendirikan solat fardu, menunaikan zakat wajib dan berpuasa di bulan Ramadan.
Orang itu kembali bertanya: Wahai Rasulullah, apakah Ihsan itu?
Rasulullah saw. menjawab: Engkau beribadah kepada Allah seolah-olah engkau melihat-Nya. Dan jika engkau tidak melihat-Nya, maka sesungguhnya Dia selalu melihatmu.
Orang itu bertanya lagi: Wahai Rasulullah, kapankah hari kiamat itu?
Rasulullah saw. menjawab: Orang yang ditanya mengenai masalah ini tidak lebih tahu dari orang yang bertanya. Tetapi akan aku ceritakan tanda-tandanya; Apabila budak perempuan melahirkan anak tuannya, maka itulah satu di antara tandanya. Apabila orang yang miskin papa menjadi pemimpin manusia, maka itu tarmasuk di antara tandanya. Apabila para penggembala domba saling bermegah-megahan dengan gedung. Itulah sebagian dari tanda-tandanya yang lima, yang hanya diketahui oleh Allah.
Kemudian Rasulullah saw. membaca firman Allah Taala: Sesungguhnya Allah, hanya pada sisi-Nya sajalah pengetahuan tentang Hari Kiamat; dan Dia-lah Yang menurunkan hujan, dan mengetahui apa yang ada dalam rahim. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui (dengan pasti) apa yang akan diusahakannya besok. Dan tiada seorang pun yang dapat mengetahui di bumi mana ia akan mati. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Mengenal.
Kemudian orang itu berlalu, maka Rasulullah saw. bersabda: Panggillah ia kembali! Para sahabat beranjak hendak memanggilnya, tetapi mereka tidak melihat seorang pun. Rasulullah saw. bersabda: Ia adalah Jibril, ia datang untuk mengajarkan manusia masalah agama mereka. (Kitab Sahih Muslim [Bahasa Arab saja]: 10)[4]

Setiap ummat ciptaannya tidak mengira kaum dan derajatnya dilahirkan beriman tidak mengira akan bangsa dan adat istiadatnya,iman itu terletak di peribaan hati(qolbu)yang baik di diri kelaku yang bersifat sentiasa menjaga akan keperibadian di keberadaan zahir(kata dan kelaku yang baik menonjol tanpa di perlakunkan wataknya)

Keimanan seseorang sering rasa tercabar dan bergelojak hawa dan nafsunya(sebut senarai nafsu-cari) oleh arasa dalam sebuah akan sesuatu ujiannya adalah pemberian dari yang Esa(Allah Azzawajjalla) dalam meniti arus kehidupan di dunia dengan sebuah akan kesabarannya dalam ujian ,kesakitannya,kepedihannya.

Setiap ujian yang diberi melalui hubungan kemanusiannya(cinta,keluarga,teman-teman,pekerjaan)bencana alamnya,sakit di peribaan dirinya,pencarian(rezeki dan ilmunya)

Kesabaran yang tinggi adalah diri yang pantang tercabar setia berdiri tanpa mahu lari dari sebuah kenyataannya takdir walaupun berbaja doa dan pengharapannya tetaplah teguh di dalam naugan dalam kebersamaan yang sama maka dalam setiap ujiannya adala takdir yang tidak dapat di ubahkan lagi hingga diri yang setia diuji tanpa keluh kesahnya.

Ujian tersebut di iringi sakit,pedih,tangis,yang silih berganti yang tiada penghujungnya,untuk ujian kesabaran ini mengajar akan diri setiap insaninya menjadi sebaik manusia ciptaan insaninya yang benar di dalam sebuah kesabarannya.

Tanpa sakit hati,meratapi(tidak redha dan seperti menyalahkan takdirnya)dan berkeluh kesahnya bercerita ulang-ulang kesana kemarinya,tanpa dendam kesumat tidak memaafkan walaupun ujian dari manusia itu sangatlah kejam menghukum tanpa sebab alasan kukuhnya tetapkan memaafkan insani tersebut.

Ujian kesabaran di setiap langkah perjalanan itu mematangkan diri setiap insaninya yang benar beriman adalah seperti diri di dalam sebuah perjuangannya yang hakiki di peribaan(qolbu,minda)diri yang berdiri tegak menanti akan ujian seterusnya dan teguh memperhambakan diri yang sedang berjuang merempuhi dengan sebuah akan keredhaannya hati dan diri di setiap langkahnya setia di uji tanpa meminta akan mati.(berundur di atas setiap kekalahannya diri yang sedang memperjuangkan akan sesuatu tuntutan Rabbnya)

Ujian kesabaran diri yang beriman mengajarkan diri yang mengenal sebenar akan erti sebuah kemaknaannya dalam mengimani diri di peribaan hatinya dengan sebuah akan kesedarannya diri yang sebenar akan memberikan pahamannya dalam merungkai makna dan erti yang tersurat tersiratnya di dalam sesebuah akan ujiannya tersimpan makna yang mendalam dalam marhabahnya sebuah erti kenikmatan sebenar dalam amalnya dalam diri akan mengenal sebuah kesabarannya kesyukurannya,keikhlasannya juga akan keredhaannya.

Amal sabar,syukur,ikhlas dan redha yang di bawa sebagai bekal ke akhirat adalah penting bagi setiap insaninya selain dari ujian amalan sunnat dan wajib lainya,setiap ujian di bahu ummat ciptannya adalah mampu terlaksanakan kerana Rabbnya sahaja yang akan mengenal akan kemampuan ciptaan manusia di setiap ujian yang terpikul adalah pemberiannya yang tidak kita pinta mengundang resah dan nestapanya tetapkan terpikul dek bahu-bahu ummat pilihannya.

ULANG KAJI PELAJARAN-;DALAM RUKUN SYAHADAH.


Rukun Islam Dan Rukun Iman

KESINPULANNYA DALAM RUKUN ISLAM DAN RUKUN IMAN:-

1) Amalan Kalimah Syahadah

Rencana utama: Syahadah
Perintah pertama Tuhan untuk manusia adalah mengucapkan 2 kalimah syahadah iaitu 'Saya Bersaksi Tiada Tuhan selain Tuhan dan Nabi Muhammad Pesuruh Tuhan'. Setelah manusia mengaku Allah sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad ialah pesuruhnya, dia telah melakukan kebaikan terbesar disisi Tuhan. Setelah ini Tuhan menyuruh kita untuk menunaikan Hak Kalimah seperti yang diamalkan Nabi Muhammad iaitu mengajak manusia kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran. Kemungkaran terbesar ialah manusia tidak mengaku Tuhan sebagai Tuhan dan Nabi Muhammad ialah pesuruhya perlu dicegah dengan menyampaikan/mendakwahkan Kalimah Syahadah Kepada yang belum mengucapkan Kalimah(belum Islam)untuk mengucapkan Kalimah Mulia ini. Kemungkaran terbesar dibuat olah orang Islam ialah tidak menunaikan Hak Kalimah (tidak mengajak kepada kebaikan dan mencegah kemungkaran) dan kedua tidak menjaga Solat, perlu dicegah dengan mengajak mereka mengamalkannya.
Menunaikan Hak Kalimah ini merupakan amalan disebut di dalam Quran sebagai amar makruf nahi Munkar, Tuhan memberi contoh melalui kisah-kisah Nabi di dalam Al-Quran cara yang mereka menyempurmakan keinginan Tuhan iaitu semua manusia beriman. Nabi-nabi mencegah mungkar manusia yang tidak mengakui tiada Tuhan selain Tuhan dan Nabi tersebut sebagai pesuruhya dengan mengajak mereka supaya mengaku dan pengikut Nabi juga mengajak manusia lain kepada kebaikan.
Hukum menunaikan Hak Kalimah ini adalah Fardhu Ain kepada semua orang Islam untuk mengajak kepada kebaikan(perintah Tuhan) dan mencegah kemungkaran setiap hari dan Fardhu Kifayah secara berjemaah bermula di setiap Masjid. Setiap masjid perlu ada sebahagian yang mengajak kepada kebiakan dan mencegah kemungkaran[perlu rujukan]


Kalimah Syahadah



Tiada Tuhan Melainkan Tuhan;
Muhammad Itu Pesuruh Tuhan.

"Allah menerangkan (kepada sekalian makhlukNya dengan dalil-dalil dan bukti), bahawasanya tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia, Yang sentiasa mentadbirkan (seluruh alam) dengan keadilan dan malaikat-malaikat serta orang-orang yang berilmu (mengakui dan menegaskan juga yang demikian); tiada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia; Yang Maha Kuasa, lagi Maha Bijaksana." (Surah Ali ‘Imran : 18)[2]


PENGERTIAN RUKUN ISLAM.

Rencana utama: Solat
Solat adalah ibadat fardu yang wajib dilakukan oleh orang Islam lima kali sehari. Solat lima waktu ini dikenali sebagai solat Fardu atau solat yang wajib dilakukan.
" Kemudian apabila kamu telah selesai mengerjakan solat, maka hendaklah kamu menyebut dan mengingati Allah semasa kamu berdiri atau duduk dan semasa kamu berbaring. Kemudian apabila kamu telah merasa tenteram (berada dalam keadaan aman) maka dirikanlah solat itu (dengan sempurna sebagaimana biasa). Sesungguhnya solat itu adalah satu ketetapan yang diwajibkan atas orang-orang yang beriman, yang tertentu waktunya. " - (Surah An-Nisaa’: 103)[3]
Waktu Solat telah ditentukan masanya
Sebelum solat dapat dilakukan, seorang harus membersihkan diri daripada hadas besar dan hadas kecil. Pembersihan hadas kecil dikenali sebagai Wudhu. Manakala pembersihan hadas besar pula adalah Mandi wajib (ghusl).
Solat harus dilakukan dalam bahasa Arab, yakni bahasa Al-Quran. Ketika solat, orang Muslim hendaklah berdiritegak (bagi siapa yang mampu), rukuksujud sambil menghadap ke arah Kiblatyakni menghadap Kaabah di Makkah. Ianya berakhir dengan memandang ke kanan dan kemudian ke kiri, menyebut "Assalamu 'alaikum" bermaksud salam sejahtera bagimu.

Puasa

Rencana utama: Ibadat puasa
Bermaksud menahan anggota badan dari perkara yang menbatalkan puasa dari terbit fajar sehingga terbenam matahari. Contoh :- Menahan mulut dari makan dan bercakap sia-sia,
" Wahai orang-orang yang beriman, telah diwajibkan ke atas kamu berpuasasebagaimana telah diwajibkan ke atas umat-umat yang sebelum kamu, semoga kamu menjadi orang-orang yang bertaqwa. " - (Surah Al-Baqarah: 183)[4]
" (Puasa yang diwajibkanitu ialah) beberapa hari yang tertentu; maka sesiapa di antara kamu yang sakit atau dalam musafir, (bolehlah dia berbuka), kemudian wajiblah dia berpuasa sebanyak (hari yang dibuka) itu pada hari-hari yang lain; dan wajib atas orang-orang yang tidak terdaya berpuasa (kerana tua dan sebagainya) membayar fidyah iaitu memberi makan orang miskin. Maka sesiapa yang dengan sukarela memberikan (bayaran fidyah) lebih dari yang ditentukan itu, maka itu adalah suatu kebaikan baginya dan (walaupun demikian) berpuasa itu lebih baik bagi kamu (daripada memberi fidyah), kalau kamu mengetahui. " - (Surah Al-Baqarah: 184)[5]
" (Masa yang diwajibkan kamu berpuasa itu ialah) bulan Ramadan yang padanya diturunkan Al-Quran, menjadi petunjuk bagi sekalian manusia dan menjadi keterangan-keterangan yang menjelaskan petunjuk dan (menjelaskan) perbezaan antara yang benar dengan yang salah. Oleh itu, sesiapa dari antara kamu yang menyaksikan anak bulan Ramadan (atau mengetahuinya), maka hendaklah dia berpuasabulan itu dan sesiapa yang sakit atau dalam musafir maka (bolehlah dia berbuka, kemudian wajiblah dia berpuasa) sebanyak hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. (Dengan ketetapan yang demikian itu) Allah menghendaki kamu beroleh kemudahan dan Dia tidak menghendaki kamu menanggung kesukaran dan juga supaya kamu cukupkan bilangan puasa(sebulan Ramadan) dan supaya kamu membesarkan Allah kerana mendapat petunjukNya dan supaya kamu bersyukur. " - (Surah Al-Baqarah: 185)[6]

Zakat

Rencana utama: Zakat
Zakat dari segi syarak adalah mengeluarkan sebahagian daripada harta yang tertentu kepada golongan tertentu apabila cukup syarat-syaratnya.
" Pada hal mereka tidak diperintahkan melainkan supaya menyembah Allah dengan mengikhlaskan ibadat kepadaNya, lagi tetap teguh di atas tauhiddan supaya mereka mendirikan solat serta memberi zakat dan yang demikian itulah agama yang benar." (Surah Al-Baiyinah : 5)[7]
" Ambillah (sebahagian) dari harta mereka menjadi sedekah (zakat), supaya dengannya engkau membersihkan mereka (dari dosa) dan mensucikan mereka (dari akhlak yang buruk) dan doakanlah untuk mereka, kerana sesungguhnya doamu itu menjadi ketenteraman bagi mereka dan (ingatlah) Allah Maha Mendengar, lagi Maha Mengetahui. " (Surah At-Taubah : 103)[8]
" Sesungguhnya sedekah-sedekah (zakat) itu hanyalah untuk orang-orang fakir, dan orang-orang miskin dan amil-amil yang mengurusnya dan orang-orang mualaf yang dijinakkan hatinya dan untuk hamba-hamba yang hendak memerdekakan dirinya, dan orang-orang yang berhutang dan untuk (dibelanjakan pada) jalan Allah, dan orang-orang musafir (yang keputusan) dalam perjalanan. (Ketetapan hukum yang demikian itu ialah) sebagai satu ketetapan (yang datangnya) dari Allah. Dan (ingatlah) Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Bijaksana. " (Surah At-Taubah : 60)[9]

Menunaikan haji

Rencana utama: Haji
Semua orang Islam yang mampu wajib mengerjakan haji, tidak berkira asal-usul mereka. Umat Islam harus mengerjakan rukun ini sekurang-kurangnya sekali dalam hidup mereka.
" Di situ ada tanda-tanda keterangan yang nyata (yang menunjukkan kemuliaannya; di antaranya ialah) Makam Nabi Ibrahim dan sesiapa yang masuk ke dalamnya aman tenteramlah dia dan Allah mewajibkan manusia mengerjakan ibadat Haji dengan mengunjungi Baitullah iaitu sesiapa yang mampu sampai kepadanya dan sesiapa yang kufur (ingkarkan kewajipan ibadat Haji itu), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak berhajatkan sesuatu pun) dari sekalian makhluk. " (Surah Ali ‘Imran : 97)[10]
Semasa haji para Muslim mengingati peristiwa penting yang berlaku dalam sejarah Islam. Penyelidik Muslim dan Barat mendapati cara penunaian haji ini berasal dari cara Nabi Muhammad s.a.w. melakukakannya
Semasa haji, umat Muslim tiba di Pelabuhan Jeddah, dan berjalan ke Makkah. Berdekatan dengan Makkah, umat Muslim menukar ke pakaian putih yang dipanggil Ihram. Kaya atau miskin, hitam atau putih, semuanya berdiri sama rata.
Dalam salah satu ayat yang terdapat di dalam Al-Quran Allah berfirman: "Sesungguhnya Kamilah yang menurunkan Adz-Dzikr (Al-Qur’an), dan Kamilah yang akan menjaganya". (Al-Hijr 15:9)
Lafaz Al-Quran dari segi bahasa adalah bacaan atau himpunan huruf dan kalimah. Ini berdasarkan firman Allah:
Sesungguhnya Kamilah Yang Berkuasa mengumpulkan Al-Quran itu (dalam dadamu), dan menetapkan bacaannya (pada lidahmu); Oleh itu, apabila Kami telah menyempurnakan bacaannya (kepadamu, Dengan perantaraan Jibril), maka bacalah menurut bacaannya itu; (Surah Al-Qiyamah, 75:17-18)


Pengertian Rukun Islam dan Penjelasannya

1. Mengucap dua kalimah Syahadat

Syahadat  memiliki arti berucap secara lisan kemudian membenarkan dalam hati lalu mengamalkannya dengan perilaku atau perbuatan. Sehingga jika seseorang berucap dengan secara lisan tapi tidak mengerti arti sebenarnya serta tidak menjalankannya dengan benar-benar maka tentu saja hal tersebut tidak akan bermanfaat dengan Syahadatnya tersebut.

2. Mendirikan Shalat.

Shalat merupakan ibadah yang wajib di lakukan oleh seorang muslim dan tidak boleh di tinggalkan meski dalam keadaan sakit atau halangan lainnya karena memang Shalat bisa di katakan merupakan kedudukannya yang paling agung serta menjadi sebagai prioritas agama maka disebutkan bahwa Shalat adalah tiangnya agama. Secara umum Shalat adalah sebagai sarana antara seorang hamba dan tuhannya, Shalat juga bisa menjadi sebuah gambaran seseorang hamba taat kapada tuhannya.

3. Menunaikan zakat

Kemudian rukun yang ketiga dan wajib di lakukan oleh umat islam adalah menunaikan Zakat. Secara umum Zakat adalah kewajiban dalam menyisihkan sebagian jenis harta lalu kemudian di salurkan kepada yang membutuhkannya di dalam waktu tertentu.

4. Berpuasa pada bulan suci Ramadhan.

Secara garis besar Puasa sendiri adalah ibadah kepada Allah serta menjalankan segala perintahnya. beberapa hal yang menjadikan Puasa dapat di jalankan yakni meninggalkan syahwat (Nafsu), Maka dan minum karena Allah Ta’ala. Hal ini memiliki manfaat agar seorang muslim dapat meningkatkan taqwa dan imannya.

Baca Juga :   15 Manfaat Sholat 5 Waktu Bagi Tubuh

5. Menunaikan Haji bila Mampu.

Pengertian haji secara singkat dan umum adalah sebuah bentuk ibadah kepada Allah baik dengan Ruh, Jasmaniah serta Harta.

Maka sempurnakan islam kita semua dengan ajaran Nabi Muhammad yang benar.Agar diri tidak terpesongkan oleh akidah yang tidak benar.

Semoga bermanfaat.

Hanya Allah Azzawajalla yang lebih mengetahui.

Amiin Ya Rabbal alamiin.

Wallahualam.

Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

KECACATAN NALURI FIZIKAL INSANI DALAM GOLOANGAN IMPOTENT DAN KHUNSA.

Asalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim. Penjelasan terperinci tentang orang golongan impotent,mukhanats,khunsa musykil dan khunsa ghairu musykil. Adakah kita atau sanak saudara serta sahabat handainya yang tergolong dalam keberadaannya diharap dapatlah kiranya dengan perkongsian ini maka bermanfaat pada yang lainnya diatas penciptaan yang agak tidak releven dan tidak masuk di akal fikir bagi mereka yang tidak pernah terdedah dengan sebuah kebenarannya yang hakiki ini dapat membukakan mata hati di akal fikir kita semua agar tidak sesama kita bersengketa saling hukum menghukumi mereka yang berada di dalam LGBT tersebut juga bukan semua adalah tidak benar keperibaannya,adalah segelintir makhluk ciptaanya yang telah memesobgkan diri mereka sendiri dengan mengubah ciptaan asalnya di hakikat diri hingga sewenang mengubah fikah diri wanita di luaran dengan berpakaian seperti lelaki dan tampak seperti lelaki dan lelakinya mengubah fikah diri dan tampak wanitanya adalah segolonga...
  HIKMAH ALFATIHAH PEMBUKA            QALAMULLAH KITABULLAH                        AYATUL QURANI   1.  Membaca surat Al-Fatihah mendapat pahala seperti membaca sepertiga Al Quran . 2.  Setiap satu ayat dari Al-Fatihah menjadi penutup satu pintu neraka. 3.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah ia telah membaca kitab taurat, injil, zabur,  Al Quran, suhuf idris As. dan suhuf Ibrahim As. sebanyak 7 kali. 4.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah olah ia telah sedekahkan emas di jalan Allah SWT. 5.  Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu ‘ dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya Allah akan mudah memperoleh ilmu pengetahuan, di samping itu dapat membersihkan hati dari fikiran yang rosak. 6 . Sesiapa membaca Al-Fatihah berserta Bismillah diantara Solat Sunat Subuh dan Fardhu Subuh ...

'DUNIA DAN AKHIRAT SEIRINGAN,"

'Cinta dunia semata,"akhirat akan pergi berlari meninggalkan kita,"Cinta Akhirat semata,"Dunia akan berlari mengejar kita," Jiwa kosong(hidup tiada maknanya lagi). 'Jika mahu di berkatikan kehidupan akan kedua dari alam dunia dan alam akhiratnya," 'Seiringkan keduanya yang saling melengkapikan agar tidak pincang tegap berdiri agamanya," 'Nak berjaya dunia dan akhirat kena ada ilmunya," 'Nak ilmu kena dengan ilmunya,"Tiada ilmu bagaimana untuk mendapatkan ilmu yang benar dan diredhainya untuk dunia hingga ke akhiratnya," 'Ilmu itu ada dalam sebuah kehidupannya di alam maya dan di sekeliling kita yang menjadi penyaksian Rabbnya di dalam qalamnya sebuah Alquran maka gali dan usahalah beserta Doa dan pengharapannya agar terbuka akan hijabnya ilmu di peribaannya diri di saat bermunajat yang sesungguhnya di depan Rabbnya sang Pencipta akan memberkatikan diri untuk dunia dan akhiratnya," 'Tidaklah mend...