Langkau ke kandungan utama

❤'CINTA KERANA ALLAH AZZAWAJALLA,"❤


❤CINTA UMMAT SEJAGAT❤

1-)CINTA KEPADA ALLAH DAN RASSUL.

2-) 🔜CINTA KEPADA KEKASIH HATI SEBAGAI SURI HIDUP DALAM SEBUAH KELUARGA YANG HARMONI.

3-)🔜CINTA KEPADA IBU BAPA.

4-)🔜CINTA KEPADA ANAK.

5-)🔜CINTA KEPADA ADIK BERADIK.

6-)🔜CINTA KEPADA KELUARGA DAN SAUDARA MARA.

7-)🔜CINTA SAHABAT FILLAH(UMMAT       CIPTAANYA) DALAM(KEILMUANNYA)
8-)🔜CINTA DI ANTARA PEREMPUAN KEPADA PEREMPUAN ( 2 PEREMPUAN) DAN CINTA DIANTARA LELAKI KEPADA LELAK(2 LELAKI) ADALAH SAHABAT SEHATI SEJIWA(KASIH SAYANG SEBENAR)

9-)🔜CINTA KEPADA RAKAN DAN TAULAN SERTA KENALAN.

10-)🔜CINTA KEPADA ALAM RAYA DAN     CIPTAAN KEHIDUPAN LAINNYA.



💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡
BAB 1

'CINTA KEPADA ALLAH DAN RASSUL,"

CINTAI RABBNYA DAN RASSUL IKUTANNYA ADALAH YANG LEBIH UTAMA DARI MRNCINTAI YANG LAIN DARI SELAINNYA YANG MENDAHULUI ADALAH YANG TIDAK DIREDHAINYA,"
'cintailah ummat sejagatnya dengan benarnya maksud dan erti,"
Cinta kepada manusia atau selainnya melebihi Rabbnya dan Rassulnya itu sendiri adalah yang dimurkai akan salah faham pengertiannya di dalam memaknai danengertikannya di dalam yang tersurat dan tersiratnya adalah yang tidak akan mendapat keberkatannya dalam kehidupan di dunia dan akhiratnya,'sayangi dan cintailah manusia juga ciptaan lainnya yang benar pahamannya agar diri tidak sesat untuk beramal di jalannya yang lurus dan diredhainya,jika sayang dan cintai mereka bagaimana caranya untuk kita bawa mereka ke jalan yang lurus dan diredhai bersama di dunia dan akhiratnya,sayang manusia itu berpada-pada tidak terlalu mengikut hawa nafsu sendiri yang berkeinginan,sayangi dan cintai mereka di dahulukan hati yang mencintai Rabb dan Rassullnya yang berkehendakkan di atas segala akan tuntutannya yang beramal solehah dan solihinnya mengikut syariatnya yang benar di dalam islam qalamullah di dalam qitabullah sebuah alquran nurqarimullahnya muqahadist sohih laillallahu muttaqqabbirullahi bissawabilhoqumirrobbikumullahilhisabullahiqiamatil alhaqumullah illallahi muqhahadistubissawabilhoquataalabillahilazimilazim.


BAB 2


🔛'CINTA KEPADA KEKASIH HATI SEBAGAI SURI HIDUP DALAM SEBUAH KELUARGA YANG HARMONI,"MAKMUM(ISTERI)DAN IMAM(SUAMI)

DALAM
MENCARI'CINTA,"YG DIREDHAI,"

'Mengelakan diri dari mendapat sekadar dari 'PANAHAN(CINTA BERAHI,")akan mendapatkan 'PANAHAN(CINTA SUCI,")

Asalamualaikum...

'Bismillah,"(dengan nama Allah).

'Cinta itu buta tidak mengenal siapa?muda,tua,cantik,hodoh,miskin,kaya terlayak menerima akan jodohnya illahi,"

'Hanya cara untuk mengelakkan diri dari'CINTA yang tidak'DIREDHAINYA,"sahaja menjauhkan diri yang terperagkap oleh'NAFSU dan NAFSINNYA,"diri yang'BERKEHENDAKAN,"

💘'CINTA YANG SEBENAR,"tidak sedikitpun berlandaskan syawatnya diri(KEHENDAK MATA NAFSU) kearah pandangan matanya terhadap peribaannya(DIRI YANG BERUPA)tanpa memandang di birai hati(QOLBU)keberadaannya(DIRI YANG BERSIFAT)kepada seseorang yang mahu dicintainya dan mecintainya kembali
(memberikan'CINTA,"dan mengharapkan balasan'CINTA)

Tidak(MENJAMINKAN)keberkatan bersama untuk kekal di dunia dan akhirat adalah'CINTA YANG DIBERI SEMATA DUSTA,"

'Dari (MATA)turun ke(HATI)melihat keberadaannya rupa(ZAHIR DIRI) diri terpancar jelas disebalik(QOLBU HATI) yang tersurat dan tersiratnya keperibadiannya diri insaninya terungkai kata di peribaannya diri(tingkah dan lakunya) yang (ZAHIR).(Terlihat zahir diri)

'CINTA DARI ILLAHI,"terpandang jelas rupa yang cantik dan tampan aslinnya bukan hanya dari luaran yang terlihat di peribaan(zahirnya)mencintai diri seseorang dari (pandagan dalam) matahatinyan,memandang luaran dan dalaman dari hati(qolbu)terlihat di tingkah kelaku(zahir)yang terpancar di peribaannya wajah,perwatakan(kelakunya diri yang sifat(zahir),"

'Indah rupa(zahir tubuh badan) tidak semesti Indah hatinya,"indah luaran sahaja dipandang tidak terlihat kecantikan dan kesuciannya diri yang asli.

pandanglah(INDAH)itu di zahir(qolbu)melalui pandagan matahati(disebalik tersurat dan tersirat)akan terpancar jelas di zahinya(rupa)dan(tingkah) adalah kecantikan dan kesuciannya diri yang asli.

'Manusia yang di cinta dan mencintainya bersifat tidak sempurna,'maka kelebihan dan kekuragan sifat diantra dengannya saling di teladani(menjadikan contoh ikutan diri yang saling menjadi pelengkap diri yang diredhainya,"

'CINTAILAH KEBURUKANNYA(KETIDAK SEMPURNAANNYA DIRI) TERLEBIH DAHULU SEBAGAI SUATU UJIAN(BIMBINGAN)KEATAS (KETIDAK SEMPURNAANYA DIRI) YANG TERPANCAR DIBIRAI HATI(QOBINYA)TERLIHAT DI(ZAHIRNYA HATI)YANG TERLIHAT DI SIFAT(KELAKU)DIRI.

'CINTAILAH KEBAIKANNYA SEBAGAI SEBUAH PENGHARGAAN DARI ILLAHINYA SEBAGAI CONTOH IKUTAN DIRI YANG DI UJIAN(BIMBINGAN)DIATAS (KETIDAK SEMPURNAANNYA DIRI)TERPANCAR DIBIRAI HATI(QOLBI)DI DIRI YANG TERLIHAT SIFAT(KELAKU)DIRI,"

(PERHUBUGAN CINTA MEMBAWA KEBERKATANNYA ILLAHI ADALAH YANG SALING MELENGKAPI DIANTARA SATU DENGAN LAINNYA MENUTUPI KEKURANGANNYA DIRI DENGAN KELEBIHANNYA YANG ADA DIANTARA SATU SAMA LAINNYA)

'Jika SAYANG,"BIMBINGLAH KEHIDUPANNYA KEARAH PEMBAIKAN DIRI DI BIRAI MATA AKAL HATI(QOLBU)yang bersifat sempurna di zahir(KELAKU),"

'Jika CINTA,"CINTAILAH KERANA ALLAH AZZAWAJJALLA DAN BAWALAH DAN TUNJUKANLAH JALAN YANG LURUS YANG DIREDHAINYA HINGGA MEMBAWA KE SYURGA ILLAHI(JANNAH),"

'CINTA DARI NAFSU",mencintai diri seseorang dari (pandangan luaran) matahatinya,memandang hanya di keribaannya diri seseorang melalui kecantikan,tubuh badan(keseksiannya dan ketampanannya)diluarannya sahaja tanpa melihat dan menilai sekali di sebalik kecantikan aslinya diri di birai ke peribadiannya yang terjelas  keperibaannya'HATI(QOLBU),"

'Bila tersedar dari kekurangannya orang yang dicintainya maka hati yang berlandaskan semata'NAFSU,"tadi tidak menerimanya seikhlas hati'CINTANYA HANYA DARI LUARAN INDAHNYA DIRI,"maka tidak memberkatikan maka  mendapatkan keberkatannya menerima keburukan bukan sahaja kelebihannya diri sahaja akan mendapatkan 'CINTA ILLAHI,"yang kekal di DUNIA dan AKHIRAT,"

Wallahualam.

'CINTA MENCINTAILAH KERANA ALLAH AZZAWAJJALLA TERZAHIR KASIH SAYANG ILLAHINYA,"


💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡💡

                          BAB 3.

🔛CINTA KEPADA IBU BAPA.

Cintai kedua ibu bapa dengan sentiasa mendahului dari manusia atau akan sesuatu lainnya dengan mengambil apa jua keputusannya kepada diri sendiri juga insani lainnya dalam marhabahnya diri yang berkeinginan di dalam apa jua keadaan dan situasi yang di kehendakinya hendaklah mendapatkan restunya mereka terlebih dahulu mengetahui selain dari manusia lainya melangkaui selain yang pertama-tamanya adalah meletakkan hati dan diri di depan Rabb dan Rassulnya yang lebih utama dari mereka.

Segala kehendak mereka wajib di turuti hanya tidak sahaja melanggar peraturan dan aqidahnya diri dalam pautan islam yang benar adalah yang meredhaikannya kehidupan dunia dan akhiratnya.

Segala kehendak mereka yang berlandaskan pahaman yang benar di dalam ajaran islam yang benar sahaja di turuti selain darinya yang menjauhkan diri dari kesesatannya(tiada dalam perintah dan larangan Rabbnya)adalah tidak wajar untuk dituruti malah sebagai anak layaknya untuk menegur juga menasihatkan mereka dengan cara yang benar dan beekesan agar tidak di salah tafsirkan oleh mereka sebagai anak yang tidak mengenang budi atau yang menderhakakan akan mendapat kemurkaannya illahi ke atas ketiga belah pihak anak(susuan)ibu dan ayah(penjaganya).

Maka sebagai anak juga ibu dan bapa memainkan peranan pentingnya di dalam menjadi sebagai sebuah petunjuk ke arah yang meredhainya agar tidak tertuntut akan Rabbnya dimuka pengadilan kelak di akhiratnya diantaranya tiada yang berpesan atau memberi teguran dan nasihatnya adalah tuntutan Rabbnya dibahu setiap insani(haq Allah Azzawajalla dibahu ummat sejagatnya) termasuk di dalam konteks kekeluargaannya juga dalam konteks hubungan lainnya tetapkan dalam maksud dan erti sebuah hubungan dan kaitannya manusia kepada manusia yang haq(di pertuntutkan di bahu-bahu setiap insani lainnya juga)wajib terlaksanakan di dalam pahaman sebemar(amarr maqruff nahi munqqar)mengajak berbuat kebaikan(amal soleh)dan meninggalkan keburukannya(amal kufur).

Sebagai ibu bapa telah menjalani kewajipannya melahirkan dan membesarkan dengan memberi makan pakai juga kesenangan lainnya beserta akan pelajarannya dalam ilmu fadhu ain dan kifayahnya di dalam adab dan syariatnya dalam fiqh yang sebenarnya yang dipertuntutkan oleh Rabbnya pencipta Allah subhanahu wataala Azzawajalla(keagungannya illahi)tabarakqataala(memberi akan berokahnya)adalah yang memberkatikan olehnya dalam kehidupan dunia akhirat dalam hukum(wajib)wajibulmuqhhadistulhoqtulillahitaalabissawabbunnar di dalam anutan ajaran nabiyullah yang benar(ajaran nabi Muhammad)ikutan Nabi kita yang terakhir dalam pelengkap Nabi terakhir Rasullillahiwa Rasullallallahisallallahualaihiwasassalam(kekasih Allah lillahitaala).

Sebagai ibubapa juga layaknya sebagai seorang anak itu menegur dan menasihatkan mereka jika terlihat akan kelufurannya diri yang sebagai manusia biasanya tidak terlepas dari melakukan akan kekhilafannya diri di depan Rabbnya hendaklah akur dan dengan relanya hati membuang segala akan ke egoannya diri dari menolak kebenarannya bahawa sebagai manusia biasa kepada anak susuan dan jagaannya tersebut juga seorang manusia yang hanya di lahirkan dimuka bumi ini diatas kehendaknya yang berhaq untuk setiap insani sebagai ibu dan ayahnya melahirkan zuriat-zuriatnya yang sebenar insani mulia dan solehah dan solihinnya sebagai penyambung generasinya warisan waliyullah terakhir di atas muka bumi Allah Azzawajalla sebagai khalifahnya warisan penyambung kehidupan di dunia hingga ke akhiratnya memberkatikan dalam membawakan segala kewasiatannya dalam ilmuan ajaran yang benar Rasullillallahisallallahialaihiwassalam.

Seorang anak juga wajib memberikan balasannya di atas kasih sayang mereka di dalam naungan Rabbnya di pertuntutkan olehnya diatas bahu setiap insaninya,"tanpa rasa terpaksa dan di paksa walaupun ibu bapa itu sendiri mempunyai hartanya sendiri serta mampu menaggung diri sendiri adalah wajib anak memberi nafkah pada ibu bapanya yang bersusah payahnya dari sebelum melahirkan kita di dunia ini hingga terlahirnya kita sehingga kini maka walaupun mereka itu tidak berhajat sepenuh hatinya untuk anaknya membalas setiap akan pengorbanan mereka kepada kita tetapkan hati ibu dan ayah tersebut mahu melihat dan merasa kasih sayang yang sebenar dari kita kepada mereka dengan mengambil berat atas kehidupan mereka seperti yang mereka lakukan terhadap kita selama mengharungi pahit getirnya membesarkan kita hingga ada anak  yang telah berjaya hingga beroleh kesenangan dan kekayaannya telah melupakan asal usul dirinya hingga kesibukan dirinya besama kerjaya dan bersama teman atau keluarganya mengecapi kebahagian tanpa besama ibu dan ayahnya lagi sedangkan merekalah yang berusaha dan berdoa siang dan malamnya kepada anak yang tercinta agar berjaya didunia dan akhiratnya tiba masanya mengapa mereka di perlakukan sebegini?adakah salah ibu yang mengandung atau apakah salah ayah yang memberikan didikannya yang sempurna kepada keluarganya?persoalan silih berganti tanpa jawapan yang pasti.

Walaubagaimnapun jua kasih sayang ayah hingga kemati dan kasih sayang ibu membawa ke syurgawinya,ada sebahagian anak yang tidak berjaya pula lain akan halnya pula menyalahkan takdirnya menggangap ibu bapanya tidak pandai mengajar,mendidik abak hingga tidak sempurna kehidupannya masakini di ungkit dan di katakan dengan berbagai tomahannya hingga terlupa setiap akan kejadiannya adalah ujian dan musibahnya kepada diri agar sentiasa lebih berikhlas dalam mengharungi liku hidup sebagaimana ibu dan ayah yang tidak pernah merasa lelah dengan usahanya memelihara akan kesemua anaknya,satu anak dalam banyak anak belum tentu akan dapat membalas jasa kedua orang tuanya,walaupun tidak berjaya di dalalam hidup seperti anak lainnya yang bernasib baik tetapkan tidak diungkiti dan dibalasi mereka dengan sakit hati dan tanpa belasnya menghukum mereka kembali dengan deraian airmata kepiluannya mereka hinngga termaqtub akan kesalahannya menderhaka kepada ibu bapanya di depan Rabbnya dengan sengaja kerana setiap apapun keringatnya yang jatuh di bumi ini adalah untuk membesarkan anak mereka tetapkan kita sebagai anak melayan baik seperti tiada apa salahnya dengan mereka yang mengandung dan melahirkan hingga membesarkan jika hidup tidak berubah masih sukar dan tidak pernah senang itu adalah taqdirnya bukan kerana mereka,adalah diri yang sebenarnya mencari salah sendiri agar mereka tidak tergelar anak yang derhaka di depan Rabbnya tanpa ketolongannya lagi adalah merugikan hidup sendiri tanpa benar dalam alasannya membenci dan tidak menyukai mereka.

1-HUBUNGAN ANAK KEPADA IBU 2-HUBUNGAN ANAK MENANTU DAN BIRAS.3-HUBUNGAN ANAK LELAKI DAN PEREMPUAN TERHADAP DOSA KEPADA IBU SEBELUM NIKAH DAN SETELAH NIKAH.

Bagi seorang anak lelaki yang sudah bernikah atau telah mendirikan rumahtangga maka syurga di bawah telapak kaki ibunya yang sebelum dia mendirikan alam rumahtangganya adalah sama keadaannya apabila telah menjadi seorang suaminya,berlainan pula dengan seorang anak perempuan sebelum bernikah bersama suaminya maka syurga itu adalah di bawah tapak kaki ibunya maka jika sebelumnya dia bernikah jika telah menderhaka kepada ibunya maka jika tidak terampun akan segala dosa dia berbuat kufur terhadap ibunya jika telah dia bernikah tetap dosa anak derhaka yang tidak diampuni ibu tersebut tidak akan gugur di peribaannya selagi tidak ia menghulurkan tangannya juga memohon keampunan Rabbnya,jika ibu tersebut redha diatas anaknya maka gugurlah segala dosanya terhadap manusia(ibunya)manakala perbuatan melanggar akan perintahnya di dalam penyaksian Rabbnya jika tidak benar taubat ikhlasnya memohon ampun kepada penciptanya sekadar berpura baik di depan ibunya kerana inginkan redha ibu tersebut maka terbatallah segala ikhlasnya memohon maaf pada ibunya maka tetaplah dia masih dalam kategorinya anak yang tidak mengenang budi sudah dimaafkan rupanya masih lagi hatinya kufur terhadap ibunya maka balasan neraka jahannam bagi yang hatinya busuk terhadap ibu kandungnya sendiri walaupun sudah dimaafkan.

Jika benar dia berikhlas dengan rasa takut mengharapkan kemaafan ibu juga pengampunan Rabbnya maka benar taubatnya maka balasan syurga bagi yang telah menginsafi akan setiap kesedaran yang benar menginsafi dan tidak mahu mengulanginya lagi perbuatatan tersebut dalam taubat yang benar dan bersungguhnya dalam sebuah penyesalanya maka in sya Allah akan pasti terampunkan,maka setelah dia punyai suami setiap dosa barunya yang di perbuat kepada Sang suaminya juga ibunya adalah di bawah tapak kaki suaminya tetapi jika si isteri masih berbuat kufur kepada ibunya tetap dia berdosa besar kepada ibunya tetapi di letakan segala akan kesalahan isteri tersebut di bahu sang suaminya tetapkan walaupun suami itu meredhainya dan memaafkanya maka bagaimana dosa atas kesalahanya berbuat kejahatannya kepada ibu sendiri yang melahirkannya masih terus di laksanakan maka sang suami yang meredhainya belum tentu sang suami itu ke syurganya bersama isteri yang diredhainya tersebut maka jika masih tidak suami tersebut dapat terdidik akannya maka tetap mendapat perhitungan mengapa isteri berbuat akan kelakhnatan di depan Rabbnya diatas dosa besar yang berulang kali diperbuat tanpa didikannya membiarkanya sahaja tanpa teguran dan nasihat tanpa perasaan bersalah tidak mahu sang suami untuk berbuat amar maqruff nahi mungkar(menegur dan berniat baik untuk menyatukan antara keduanya)kepada isteri juga ibunya agar perbetulkan keadaannya sehingga sang isteri itu benar di ampunkan ibunya terhadap isterinya yang sentiasa menyakiti hati ibunya tetap dia diberi ganjaran setimpal kerana tiada berikhlas mengharap syurga di atas keredhaan suaminya kepada ibu yang melahirkan tetap ia mendapat balasan setimpal menderhaka kepada ibunya maka tetapkan berdosa besar terhadap ibunya yang melahirkan tetapi diatas apa jua kesalahanya kepada suaminya di atas perbuatan kufur yang telah di maafkan salah olehnya maka diatas redhanya tersebut tiada menaggung dosa kepada suaminya tetapi menanggung dosa kepada ibu yang tidak redha ke atasnya juga kepada setiap pembalasan dosa lainnya tetap dia mendapat balasan Rabbnya juga diatas ibu yang tidak redha.

Jika sebaliknya sang ibu benar tulus memaafkan memberi peluang untuknya tidak lagi menderhaka kepadanya juga suaminya juga telah memaafkan kesalahannya yang tidak mentaati akan suaminya melakukan kelufurannya maka si isteri telah juga memohon keampunan sebenar dalam taubatnya maka balasan bagi mereka yang bertaubat sesungguhnya adalah sebuah penghijrahan diri dari bersifat fasik kepadabalasan syurga bagi yang meninggalkan larangannya dan berbuat hanya kebaikannya sahaja kepada manusia lainnya di depan Rabbnya.

Jika kemaksiatanya telah mencurangi suaminya juga melakukan kejahatan lainya kepada manusia lainya maka jika suami itu redhakan atas perbuatan kufurnya maka tiada dosanya isteri padanya tetapi dosa besar dari perkara kemaksiatannya yang dilakukan tanpa memohon keampunan Rabbnya
Juga tidak dapat pengampunannya  maka tetap dia menerima pembalasan setimpal di hari pembalasan Rabbnya di hari kiamatnya.

Seorang perempuan yang belum berkahwin syurga itu di bawah tapak kaki ibunya(masih atas jagaan dan didikan ibu) dan apabila telah di nikahkan atau telah berkahwin maka
Syurga itu dibawah tapak kaki suami(dijaga dan dididik oleh suaminya pula).

Walaupun tiada hadis sahih yang berkata sedemikian namun ianya boleh dianggap sebagai suatu panorama di mana untuk seorang isteri itu menjadi ahli syurga, adalah dengan mentaati suaminya, yang demikian cukup banyak tercatit dalam ayat Al-Quran dan hadis Baginda.

Allah SWT berfirman yang bermaksud: Wanita (isteri) solehah adalah yang taat lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada dikeranakan Allah telah memelihara mereka. (an-Nisaa': 34).

Dalam ayat tersebut Allah SWT telah menghimpunkan beberapa sifat yang wajib ada pada seorang wanita solehah, antaranya adalah taat kepada Allah SWT dan kepada suaminya dalam perkara yang baik, lagi memelihara dirinya ketika suaminya tidak berada di sampingnya.

Jika seorang isteri yang mentaati suaminya dijanjikan syurga, bagaimana pula isteri yang berbuat dosa.

Adakah dosanya ditanggung oleh suaminya?

Dalam kalam Al-Quran terdapat-ayat yang memerintahkan agar setiap manusia perlu menjaga diri mereka dan juga orang-orang disekeliling mereka daripada melakukan perkara maksiat atau dosa.

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Wahai orang-orang yang beriman! Peliharalah diri kamu serta ahli keluarga kamu dari api neraka.” (al-Tahrim: 6).

Imam Besar Masjid Al-Azhar, Syeikh Muhammad Sayyid Thanthawi dalam tafsirnya berkata ayat ini ditujukan kepada setiap orang yang mengaku beriman kepada Allah SWT agar menjauhkan diri mereka daripada api neraka dengan melakukan perkara kebaikan dan menjauhi daripada perkara maksiat.

Setiap orang juga perlu menasihati ahli keluarga mereka dengan menunjukkan jalan yang benar dan menyuruh mereka melakukan perkara yang ma’ruf serta mencegah diri daripada melakukan perkara munkar.

Berdasarkan penjelasan tersebut, secara asalnya di dalam syara’ setiap insan itu tidak akan menanggung dosa orang lain hanya dosa mereka sendiri.

Firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan tiadalah (kejahatan) yang diusahakan oleh setiap orang itu melainkan orang itu sahaja yang akan menanggung dosanya.” (al-An’am:164).

Lagi satu firman Allah SWT yang bermaksud: “Dan (ketahuilah) bahawa seorang pemikul itu tidak akan memikul dosa perbuatan orang lain dan jika berat tanggungannya (dengan dosa), lalu memanggil (orang lain) untuk menolong agar dipikul sama bebanan tersebut, maka tidak akan dapat dipikul sedikitpun daripadanya walaupun orang yang meminta pertolongannya itu daripada kaum kerabatnya sendiri.” (Fatir:18).

Mengikut Imam al-Hafiz Ibn Kathir, kedua-dua ayat tersebut jelas mengatakan bahawa setiap insan yang sempurna akal fikirannya dan telah baligh (mukallaf), dosanya itu akan ditanggung oleh dirinya sendiri tidak kira apa statusnya sama ada dia seorang suami, isteri, ayah, ibu, anak atau selain daripadanya.

Kesimpulan-; Seorang yang mukallaf adalah orang dipertanggungjawabkan dengan kewajipan dan perintah untuk menjalankan hukum tuntutan agama Islam serta menjauhi larangan-Nya.

Namun begitu, seorang suami atau seorang penjaga akan berdosa sekiranya dia tidak menasihati isteri atau wanita dibawah jagaannya dalam perkara yang ma’ruf dan tidak menghalangnya daripada melakukan perkara yang munkar


Wajib sebagai anak lelaki menjaga semua keperluan ibu bapanya seperti mereka menjaga akan isterinya jika diatas perintah keluanga mertuanya melaksanakan hukuman tidak membenarkan dia berinfak sepenuhnya kepada ahli keluarga menantu lelakinya juga tertuntut mereka yang berada dalam naunganya tersebut akan menjawabkan akan segalanya di depan Rabbnya di dunia ini lagi tanpa haq yang sepatutnya diterima oleh mereka dengan sengaja melakukan atau tidak sang suami dan sebagai anaknya telah lalai memberikan tanggungjawab yang saksama kepada mak dan ayahnya sendiri adalah diri yang akan menerima pembalasan Rabbnya jika masih tidak mahu sedarkan keluarga mertuanya dengan bersahaja akur dengan perintah ibu ayah mertua dengan khilafnya mereka yang kufur tidak memperbetulkan keadaan ini oleh demikian sang anak dan mertuanya hendaklah mengambil hak(kata sepakat)menemui birasnya diatas kesalahan yang di perbuat sebagai  sebuah teguran atau nasihat agar tersedar dari khilafnya diri maka diatas usaha,doa dan tawakal sesunguh di depan Rabbnya mendapat keberkatanya dalam hubungan ibu ayah dan mertua.

Sebagai anak tidak ada perlunya untuk membalas kembali akan kekufurannya mereka dengan sebuah kekejaman cukuplah sekadar berbahasa sehabis baik dan lembutnya untuk tidak mereka berasa hati serta terguris di atas kata yang berbaur makian, sindiran,kesat,kasar makian sebagainnya,"walau bagaimanapun atas kesalahan atau kejahatan(mungkin ada melakukan di depan kita anaknya)maka dengan itu mereka layaknya di layan sebegitu rupanya?mereka juga sebagai insan biasa juga ciptaannya sama seperti kita,layaknya kita hukumi mereka dengan sebuah kekasaran juga terhadap mereka hingga tergamaknya melanggar hukum hakamnya beragama insan yang solehah?di dalam pautan agama lain dalam kaum ummat ciptaannya juga tidak di ajarkan pengikut mereka melakukan akan kekasaran kepada ibu dan bapanya maka di tegaskan dalam konteks menyeluruh setiap agama itu tidak diajarkan kita berbuat keburukannya kepada manusia lainnya walaupun ibu bapa kita sendiri yang berbuat akan kekufurannya tetapkan dilayan baik seperti bidadari dan bidadara syurga layaknya untuk kita layani mereka.

Cintailah kedua ibu bapa dan sebaliknya mereka cintai anaknya ini dengan limpahan kasih sayang cintai Rabbnya mendahului mereka  terlebih dahulu dengan sentiasa akur perintahnya di atas akan sesuatu tuntutan Rabbnya yang berkehendakan di dahulukan tidak melampaui batasannya mengikut hati di diri yang berkeinginan terlebih dahulu dengan sendiri membuat akan setiap hukuman keatas diri masing-masing hidup tiada berlandaskan sebuah alquranurkarimullah atau pun hidup tanpa arah dan tujuannya dari petunjuk waliyullahnya yang menghadirkan diri membuka akan kebenarannya di dalam keertian dibalik tersurat tersiratnya sebuahnya qalamullah di dalam qitabullahnya adalah menolak akan kebenarannya hanya sekadar hidup mengikut petunjuk dari hawa nafsu sendiri yang memandai-mandainya meletak hukum hakamnya di atas penilaian diri sendiri di atas setiap akan permasalahan diantara perhubungan diantaranya menjadi sebab dan punca utama berantakannya organisasi kekeluargaan kerana tanpa perbincagan di antara satu dengan lainnya akan menemui jalan yang buntu maka tidak pernah terfikir untuk mencari inisiatif lainnya agar diantaranya menghadirkan atau melantik seorang insani lainnya yang bertauliah dan memahami akan maksud sengketa tersebut  dari kelompok itu sendiri atau lainnya sebagai membantu(memberi tunjuk ajar didalam kaunselingnya dalam haq di pertuntutkan Rabbnya)agar diantaranya kembali bertaut semula lebih erat dari sebelumnya agar segala masalah diatas kesulitan tersebut dapat diselesaikan dengan rasional tanpa sengketa dan menyengketanya hingga ke akhir kehidupannya terelakan dan dapatlah kiranya untuk mereka merialisasikan impian yang sebenar apakah erti sebuah hubungan diantaranya?tiada erti sebenar kerana pautan diantara mereka telah terpisah jauh jika dibiarkan tidak di kembalikan kembali keharmonian yang sewajarnya di tuntut Rabbnya di dalam sesuatu ukhuwahnya hubugan ibu bapa anak serta menantu juga biras tidak dapat tereratkan akan merusakan organisasi tersebut maka pautan yang terjalin semula dalam hubungan persaudaraanya ibu bapa juga mertua mereka akan beroleh keberuntungannya dalam berkasih dan sayangnya kerana(Allah Azzawajalla) kepada anak-anak di dalam hubungan rumahtangganya bersama keturunannya yang mengikut adab tertibnya dalam syariatnya akidahnya yang menjadi contoh pada generasi sebelum dan selepasnya yang masih sempat untuk diperbetulkan tanpa dakwa dan dakwinya lagi bahagia hingga ke anak cucunya dari dunia ini lagi hinngga ke jannah adalah yang diredhainya.



Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

KECACATAN NALURI FIZIKAL INSANI DALAM GOLOANGAN IMPOTENT DAN KHUNSA.

Asalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim. Penjelasan terperinci tentang orang golongan impotent,mukhanats,khunsa musykil dan khunsa ghairu musykil. Adakah kita atau sanak saudara serta sahabat handainya yang tergolong dalam keberadaannya diharap dapatlah kiranya dengan perkongsian ini maka bermanfaat pada yang lainnya diatas penciptaan yang agak tidak releven dan tidak masuk di akal fikir bagi mereka yang tidak pernah terdedah dengan sebuah kebenarannya yang hakiki ini dapat membukakan mata hati di akal fikir kita semua agar tidak sesama kita bersengketa saling hukum menghukumi mereka yang berada di dalam LGBT tersebut juga bukan semua adalah tidak benar keperibaannya,adalah segelintir makhluk ciptaanya yang telah memesobgkan diri mereka sendiri dengan mengubah ciptaan asalnya di hakikat diri hingga sewenang mengubah fikah diri wanita di luaran dengan berpakaian seperti lelaki dan tampak seperti lelaki dan lelakinya mengubah fikah diri dan tampak wanitanya adalah segolonga...
  HIKMAH ALFATIHAH PEMBUKA            QALAMULLAH KITABULLAH                        AYATUL QURANI   1.  Membaca surat Al-Fatihah mendapat pahala seperti membaca sepertiga Al Quran . 2.  Setiap satu ayat dari Al-Fatihah menjadi penutup satu pintu neraka. 3.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah ia telah membaca kitab taurat, injil, zabur,  Al Quran, suhuf idris As. dan suhuf Ibrahim As. sebanyak 7 kali. 4.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah olah ia telah sedekahkan emas di jalan Allah SWT. 5.  Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu ‘ dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya Allah akan mudah memperoleh ilmu pengetahuan, di samping itu dapat membersihkan hati dari fikiran yang rosak. 6 . Sesiapa membaca Al-Fatihah berserta Bismillah diantara Solat Sunat Subuh dan Fardhu Subuh ...

'DUNIA DAN AKHIRAT SEIRINGAN,"

'Cinta dunia semata,"akhirat akan pergi berlari meninggalkan kita,"Cinta Akhirat semata,"Dunia akan berlari mengejar kita," Jiwa kosong(hidup tiada maknanya lagi). 'Jika mahu di berkatikan kehidupan akan kedua dari alam dunia dan alam akhiratnya," 'Seiringkan keduanya yang saling melengkapikan agar tidak pincang tegap berdiri agamanya," 'Nak berjaya dunia dan akhirat kena ada ilmunya," 'Nak ilmu kena dengan ilmunya,"Tiada ilmu bagaimana untuk mendapatkan ilmu yang benar dan diredhainya untuk dunia hingga ke akhiratnya," 'Ilmu itu ada dalam sebuah kehidupannya di alam maya dan di sekeliling kita yang menjadi penyaksian Rabbnya di dalam qalamnya sebuah Alquran maka gali dan usahalah beserta Doa dan pengharapannya agar terbuka akan hijabnya ilmu di peribaannya diri di saat bermunajat yang sesungguhnya di depan Rabbnya sang Pencipta akan memberkatikan diri untuk dunia dan akhiratnya," 'Tidaklah mend...