BERANI KERANA BENAR MENEGAKKAN KEBENARANNYA.*DUNIA SANGAT KEJAM MENGHUKUM TANPA SEBAB DAN ALASAN KUKUH#
Asalamualaikum.
Bismillah...
Beberapa kajian yang di jalankan sendiri bertahun lamanya, membuat diri ini berani membuat pengakuan dalam sebuah kebenarannya yang tertutup oleh sebuah kejahatannya manusia itu sendiri dalam organisasi pertuduhan(pihak berkuasa mahu menyedapkan ceritanya dengan sengaja menambah sesedap rasa di salah hukumannya di dalam membuktikan diri yang telah menjalankan tugas dengan jayanya dengan didikasinya tanpa rasa bersalah.
Tidak semua manusia yang terhukum di dunia ini benar bersalah dan tidak semua yang tidak bersalah itu benar tanpa hukumannya,dunia ini tiada lagi keadilannya,dimanakah pihak yang benar dapat memperbetulkan keadaannya ini,hanyalah diri yang berani berkongsi akan kebenarannya dengan berani kerana benar bersaksi akan Rabbnya menegakkan kebenarannya di jalan yang benar sebagai sebuah pengajarannya diri sendiri dan yang lainnya agar berhati-hati di setiap langkah kaki di dunia dalam urusan agar tidak terjerat oleh mereka sendiri yang kita percayai menjanjikan keselamatan dan kebahagiaanya kepada seluruh manusia agar terelakan dari sebarang kecelakaannya serta musibahnya kerana janji manusia tidak betul,dengan sewenang mengujudkan rasuah serta ugutannya dan mahu mengejar pangkat dengan mudah berusaha untuk membuktikan diri yang telah menjalankan kewajipannya(tugas) juga dari sisi perkauman juga memilih siapa yang patut dianiayakan dan siapa yang patut di bebaskan,siapa yang disukai atau tidak berada dalam kuasa(veto)yang cuba mengganggu gugatkan segerombolan anak guaman dalam kuasa(hakim) sebenar dengan sengaja mahu menjatuhkan pihak suspek tanpa bukti kukuh dan berasas akan memperlambatkan urusan penghakiman tersebut dengan dakwa dan dakwinya yang tidak berasas logikanya,"
Akan terbatal segala pertuduhannya jika benar mereka di beri peluang dan tidak bersalah sewajarnya di berikan oleh pihak pendakwa Raya(menegakan keadilan hukuman suspeknya) dan jika kesalahan itu di beri mandat(untuk dibuang kes)atas budi bicara( hakimnya) tidak terlihat kerana gangguan dari pihak yang mengambil stament(pihak berkuasa) tersebut sesuka dan sesedap rasanya pula sengaja menambahkan kesalahan yang kecil menjadi besar dan memberi tuduhan hukumannya tanpa usul periksanya akan mengganggu urusan pendakwarayanya untuk membuat keputusan yang benar bersaksi Rabbnya.
Juga menyusahkan manusia yang tertindas tersebut akan menyulitkan lagi keadaan hubungan kemanusian(keluarga,sahabat)dan pekerjaannya(pekerja dan bos) besama sebuah organisasinya di dalam marhabah menjadi kucar kacir dan berantakan,"
'Maka beringatlah sebelum dunia ini mengakhirikan sebuah kehidupannya tanpa sempat untuk ber'TAUBAT ,"INGATLAH bahawa janji ALLAH AZZAWAJALLA ITU PASTI,"setiap apa pun kesalahannya walaupun kuasa veto di dunia menghukum tanpa bukti dan alasan kukuh yang benar tetap akan terbalas Rabbnya di 'AKHIRAT," jika tidak di' DUNIA,"
Melanggar Hak Manusia Tanpa Alasan Yang Benar
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allâh dengan sesuatu yang Allâh tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allâh apa yang tidak kamu ketahui.” [Al-A’raaf/7: 33]
Diriwayatkan dari As-Suddi, bahwa dosa adalah maksiat, sedangkan baghyu adalah melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. [Jami’ul Bayân, 12/402].
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kesimpulan penjelasan tentang dosa yaitu bahwa dosa adalah kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan pelaku sendiri, sedang baghyu adalah melanggar hak manusia, maka Allâh mengharamkan ini dan itu”. [Tafsir Ibnu Katsir 3/409]
Asalamualaikum.
Bismillah...
Beberapa kajian yang di jalankan sendiri bertahun lamanya, membuat diri ini berani membuat pengakuan dalam sebuah kebenarannya yang tertutup oleh sebuah kejahatannya manusia itu sendiri dalam organisasi pertuduhan(pihak berkuasa mahu menyedapkan ceritanya dengan sengaja menambah sesedap rasa di salah hukumannya di dalam membuktikan diri yang telah menjalankan tugas dengan jayanya dengan didikasinya tanpa rasa bersalah.
Tidak semua manusia yang terhukum di dunia ini benar bersalah dan tidak semua yang tidak bersalah itu benar tanpa hukumannya,dunia ini tiada lagi keadilannya,dimanakah pihak yang benar dapat memperbetulkan keadaannya ini,hanyalah diri yang berani berkongsi akan kebenarannya dengan berani kerana benar bersaksi akan Rabbnya menegakkan kebenarannya di jalan yang benar sebagai sebuah pengajarannya diri sendiri dan yang lainnya agar berhati-hati di setiap langkah kaki di dunia dalam urusan agar tidak terjerat oleh mereka sendiri yang kita percayai menjanjikan keselamatan dan kebahagiaanya kepada seluruh manusia agar terelakan dari sebarang kecelakaannya serta musibahnya kerana janji manusia tidak betul,dengan sewenang mengujudkan rasuah serta ugutannya dan mahu mengejar pangkat dengan mudah berusaha untuk membuktikan diri yang telah menjalankan kewajipannya(tugas) juga dari sisi perkauman juga memilih siapa yang patut dianiayakan dan siapa yang patut di bebaskan,siapa yang disukai atau tidak berada dalam kuasa(veto)yang cuba mengganggu gugatkan segerombolan anak guaman dalam kuasa(hakim) sebenar dengan sengaja mahu menjatuhkan pihak suspek tanpa bukti kukuh dan berasas akan memperlambatkan urusan penghakiman tersebut dengan dakwa dan dakwinya yang tidak berasas logikanya,"
Akan terbatal segala pertuduhannya jika benar mereka di beri peluang dan tidak bersalah sewajarnya di berikan oleh pihak pendakwa Raya(menegakan keadilan hukuman suspeknya) dan jika kesalahan itu di beri mandat(untuk dibuang kes)atas budi bicara( hakimnya) tidak terlihat kerana gangguan dari pihak yang mengambil stament(pihak berkuasa) tersebut sesuka dan sesedap rasanya pula sengaja menambahkan kesalahan yang kecil menjadi besar dan memberi tuduhan hukumannya tanpa usul periksanya akan mengganggu urusan pendakwarayanya untuk membuat keputusan yang benar bersaksi Rabbnya.
Juga menyusahkan manusia yang tertindas tersebut akan menyulitkan lagi keadaan hubungan kemanusian(keluarga,sahabat)dan pekerjaannya(pekerja dan bos) besama sebuah organisasinya di dalam marhabah menjadi kucar kacir dan berantakan,"
'Maka beringatlah sebelum dunia ini mengakhirikan sebuah kehidupannya tanpa sempat untuk ber'TAUBAT ,"INGATLAH bahawa janji ALLAH AZZAWAJALLA ITU PASTI,"setiap apa pun kesalahannya walaupun kuasa veto di dunia menghukum tanpa bukti dan alasan kukuh yang benar tetap akan terbalas Rabbnya di 'AKHIRAT," jika tidak di' DUNIA,"
Melanggar Hak Manusia Tanpa Alasan Yang Benar
Allâh Azza wa Jalla berfirman:
قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ
Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allâh dengan sesuatu yang Allâh tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allâh apa yang tidak kamu ketahui.” [Al-A’raaf/7: 33]
Diriwayatkan dari As-Suddi, bahwa dosa adalah maksiat, sedangkan baghyu adalah melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. [Jami’ul Bayân, 12/402].
Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kesimpulan penjelasan tentang dosa yaitu bahwa dosa adalah kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan pelaku sendiri, sedang baghyu adalah melanggar hak manusia, maka Allâh mengharamkan ini dan itu”. [Tafsir Ibnu Katsir 3/409]
Ulasan
Catat Ulasan