Langkau ke kandungan utama

HADIST SOHIH BERBUAT ZALIM KEPADA MANUSIA

Berbuat kemugkarannya terhadap manusia lainnya.

'Segolongan manusia berniat tanpa sedar dan tidak sedar telah bertindak melampaui batasannya terhadap haq asasi manusia lainnya hinngga merasakan diri yang di perlakukan tersebut tidak lantas mendapat akan haq pembelaannya diri telah terabai oleh manusia kufur dan lakhnatnya bertindak sesuka hatinya,mendera,memukul,merogol dan yang lebih tragisnya sehingga berniat ke tahap mahu membunuh tidak mempunyai sedikit pun perasaan simpatinya terhadap manusia yang telah berbuat akan kesalahannya tanpa memberikan akan sebuah kemaafannya sehingga titik kehitamannya telah membutakan akal hati dan akal fikirnya adalah diri yang masih duduk dalam kesombongannya diri,"

'Sesetengahnya mereka mempunyai kuncu-kuncunya untuk mendapatkan akan sesuatu haqnya tetapi tidak dapat dilunasi maka sanggup mengadaikan agama,maruah dan bangsanya dengan mencagarkan seorang wanita atau kanak-kanaknya untuk melampiaskan nafsu serakahnya mereka yang menuntut di atas pembalasannya dari kehendak yang mereka inginkan tidak teperolehi olehnya maka inilah cagarannya sebagai ganti untuk memuaskan hati kedua pihaknya,"

'Tanpa memikirkan hati dan perasaan mereka yang sepatutnya terjagakan hak asasinya kepada manusia itu terguris di dalam kepiluannya hati adalah yang di pertanggunjawabkan terhadap si pelakunya beserta yang segolong dalam kebersamaannya di depan Rabbnya terungkai di birai hati(qolbi)yang meruntun akan arasanya diri diperlakukan sewenangnya tanpa belas di pukul,dikasari,di rogol malah hingga sanggup membunuh tanpa sebab alasan yang kukuhnya oleh manusia tersebut yang selayaknya akan menjagakan mereka dari kelakhnatannya dunia maka tidak mereka jagakan,"

'Malah ada juga segolongan ini hanya berniat suka-sukanya melaksanakan akan kelakhnatanya terhadap insan yang lemah ini dengan berpakat bersama untuk mencabuli haq asasi kewanitaannya untuk diratahi bersama sewenangnya untuk kepuasannya diri mereka tanpa belas dan tanpa pembelaan diri lalu habis madunya sepahkan terbuang,"

'Akan dipertuntutkan oleh Rabbnya di akhirat kelak tanpa bicaranya lagi akan menerima azab siksaannya yang setimpal dengan perbuatan yang terlaksanakan,"

Melanggar Hak Manusia Tanpa Alasan Yang Benar
Allâh Azza wa Jalla  berfirman:

قُلْ إِنَّمَا حَرَّمَ رَبِّيَ الْفَوَاحِشَ مَا ظَهَرَ مِنْهَا وَمَا بَطَنَ وَالْإِثْمَ وَالْبَغْيَ بِغَيْرِ الْحَقِّ وَأَنْ تُشْرِكُوا بِاللَّهِ مَا لَمْ يُنَزِّلْ بِهِ سُلْطَانًا وَأَنْ تَقُولُوا عَلَى اللَّهِ مَا لَا تَعْلَمُونَ

Katakanlah: “Rabbku hanya mengharamkan perbuatan yang keji, baik yang nampak ataupun yang tersembunyi, dan perbuatan dosa, melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, (mengharamkan) mempersekutukan Allâh dengan sesuatu yang Allâh tidak menurunkan hujjah untuk itu dan (mengharamkan) mengada-adakan terhadap Allâh apa yang tidak kamu ketahui.” [Al-A’raaf/7: 33]

Diriwayatkan dari As-Suddi, bahwa dosa adalah maksiat, sedangkan baghyu  adalah melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar. [Jami’ul Bayân, 12/402].

Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata, “Kesimpulan penjelasan tentang dosa yaitu bahwa dosa adalah kesalahan-kesalahan yang berkaitan dengan pelaku sendiri, sedang baghyu  adalah melanggar hak manusia, maka Allâh mengharamkan ini dan itu”. [Tafsir Ibnu Katsir, 3/409]

3. Mengganggu Hak Anak Yatim dan Hak Wanita (Istri)

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ:  اللَّهُمَّ إِنِّي أُحَرِّجُ حَقَّ الضَّعِيفَيْنِ: الْيَتِيمِ، وَالْمَرْأَةِ

Dari Abi Hurairah dia berkata Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:”ya Allâh sesungguhnya aku …… hak dua orang yang lemah; anak yatim dan wanita [HR. Ibnu Majah, no. 3678. Dihasankan Syaikh Al-Albani]

4. Merusak Kehormatan Seorang Muslim

عَنْ سَعِيدِ بْنِ زَيْدٍ، عَنِ النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: “إِنَّ مِنْ أَرْبَى الرِّبَا الِاسْتِطَالَةَ فِي عِرْضِ الْمُسْلِمِ بِغَيْرِ حَقٍّ”

Dari Sa’id bin Zaid, dari Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , dia berkata: “Sesungguhnya termasuk riba yang paling besar adalah merusak kehormatan seorang Muslim dengan tanpa hak”. [HR. Ahmad, no. 1651; Abu Dawud, no. 4876. Dishahihkan Syaikh Al-Albani dan syaikh Syu’aib al-Arnauth]

5. Sekutu Melanggar Hak Sekutunya
Allâh Azza wa Jalla  berfirman:

وَهَلْ أَتَاكَ نَبَأُ الْخَصْمِ إِذْ تَسَوَّرُوا الْمِحْرَابَ﴿٢١﴾إِذْ دَخَلُوا عَلَىٰ دَاوُودَ فَفَزِعَ مِنْهُمْ ۖ قَالُوا لَا تَخَفْ ۖ خَصْمَانِ بَغَىٰ بَعْضُنَا عَلَىٰ بَعْضٍ فَاحْكُمْ بَيْنَنَا بِالْحَقِّ وَلَا تُشْطِطْ وَاهْدِنَا إِلَىٰ سَوَاءِ الصِّرَاطِ

Dan adakah sampai kepadamu berita orang-orang yang berperkara ketika mereka memanjat pagar? Ketika mereka masuk (menemui) Daud lalu ia terkejut karena kedatangan) mereka. Mereka berkata: “Janganlah kamu merasa takut; (kami) adalah dua orang yang berperkara yang salah seorang dari kami berbuat baghyu  (zalim) kepada yang lain; maka berilah keputusan antara kami dengan adil dan janganlah kamu menyimpang dari kebenaran dan tunjukilah kami ke jalan yang lurus. [Shâd/38:

Berbuat zalimnya terhadap manusia lainnya.

'Segelintir manusia yang berakal tetapi bertuhankan hawa dan nafsunya semata dengan menghadirkan rasa yang tidak berpuashatinya meletakan akan andaian dan hukumannya terhadap mereka tanpa belas kasihannya,,"

'Tergamak mereka mengasari dan menyakiti kaum dan saudaranya sendiri yang lemah tidak berdaya melawan akan kehendak takdirnya yang diperlakukan sedemikian oleh sesetengah manusia yang menciptakan akan takdirnya sendiri kepada insani lainnya,"

'Lantaran itu hak asasinya terhadap kanak-kanak,wanita,ibu bapa,nenek,adik,kakak,saudara dan lainnya terabai sewenangnya tiada terbela akan nasibnya dari mendapat akan hak asasinya dari manusia lainnya,"

'Tanpa memandang akan Rabbnya di atas azab siksaan pembalasan Rabbnya,"di akhir ini jarang ditemui manusia yang sebenarnya berhati mulianya adalah terpasangkan hati yang bersifat akan kekufurannya,"

'Jika hajat tidak tertunaikan,jika yang dijanjikan juga yang dikehendaki olehnya tidak dapat terperolehi maka dengan sewenangnya mengasari memukul,memaki hamun dan juga hingga sanggup diantaranya untuk membunuh sesama saudara sedagingnya sendiri,"

Islam adalah yang sempurna, semua jenis kebaikan telah diperintahkan dan semua jenis keburukan telah diharamkan. Allâh Azza wa Jalla berfirman di dalam kitab suci al-Qur’an:

إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُ بِالْعَدْلِ وَالْإِحْسَانِ وَإِيتَاءِ ذِي الْقُرْبَىٰ وَيَنْهَىٰ عَنِ الْفَحْشَاءِ وَالْمُنْكَرِ وَالْبَغْيِ ۚ يَعِظُكُمْ لَعَلَّكُمْ تَذَكَّرُونَ

Sesungguhnya Allâh menyuruh (kamu) berlaku adil dan berbuat kebajikan, memberi kepada kaum kerabat, dan Allâh melarang dari perbuatan keji, kemungkaran dan baghyu  (permusuhan; melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar). Dia memberi pengajaran kepadamu agar kamu dapat mengambil pelajaran. [An-Nahl/16: 90]

Di dalam ayat ini Allâh Azza wa Jalla  mengharamkan baghyu , apa arti baghyu ?

MAKNA BAGHYU
Secara lughah (bahasa Arab) kata baghyu  dari huruf ba’, ghain, dan ya, menunjukkan dua arti: pertama: mencari, kedua: jenis kerusakan. [Maqoyisul Lughah, 1/218, karya Ibnu Faris]

Karena Allâh Azza wa Jalla  memerintahkan para hamba-Nya agar saling tawadhu’ (rendah hati) dan tidak saling mengganggu.
عَنْ عِيَاضِ بْنِ حِمَارٍ، أَنَّهُ قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: “إِنَّ اللَّهَ أَوْحَى إِلَيَّ أَنْ تَوَاضَعُوا حَتَّى لَا يَبْغِيَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ، وَلَا يَفْخَرَ أَحَدٌ عَلَى أَحَدٍ”
Dari ‘Iyadh bin Himar, bahwa dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Sesungguhnya Allâh telah memberi wahyu kepadaku, hendaklah kamu saling tawadhu’ (rendah hati), sehingga  tidak ada seorangpun berbuat baghyu  (mengganggu) kepada yang lain. Dan sehingga  tidak ada seorangpun membanggakan diri kepada yang lain”. [HR. Abu Dawud, no. 4895. Dishahihkan Syaikh Al-Albani]
2. Penyakit umat-umat dahulu
Umat-umat zaman dahulu telah ditimpa berbagai penyakit akhlaq yang membinasakan mereka. Di antara penyakit tersebut adalah baghyu .
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ، رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ: سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ: سَيُصِيبُ أُمَّتِي دَاءُ الْأُمَمِ  فَقَالُوا: يَا رَسُولَ اللَّهِ، وَمَا دَاءُ الْأُمَمِ؟ قَالَ: الْأَشَرُ وَالْبَطَرُ وَالتَّكَاثُرُ وَالتَّنَاجُشُ فِي الدُّنْيَا وَالتَّبَاغُضُ وَالتَّحَاسُدُ حَتَّى يَكُونَ الْبَغْيُ
Dari  Abu Hurairah Radhiyallahu anhu, bahwa dia berkata: Aku mendengar Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Umatku akan ditimpa penyakit umat-umat zaman dahulu”. Para Sahabat bertanya, “Wahai Rasûlullâh, apa  penyakit umat-umat zaman dahulu?”. Beliau menjawab, “Kesombongan, melewati batas, memperbanyak harta, saling berkhianat di dunia, saling membenci, dan saling hasad, sehingga berbuat baghyu  (melanggar hak orang lain)”. [HR. Al-Hakim di dalam Al-Mustadrak, no. 7311. Dishahihkan oleh Al-Hakim dan disetujui oleh Adz-Dzahabi]
3. Disegerakan balasannya di dunia.
Perbuatan baghyu  merupakan kezhaliman dan bentuk kerusakan, sedangkan dunia akan tegak dengan keadilan. Oleh karena itu Allâh Azza wa Jalla  menyegerakan balasan perbuatan baghyu , selain hukuman yang disiapkan di akhirat.
عَنْ أَبِي بَكَرَةَ، قَالَ: قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: مَا مِنْ ذَنْبٍ أَحْرَى أَنْ يُعَجِّلَ لِصَاحِبِهِ الْعُقُوبَةَ مَعَ مَا يُؤَخَّرُ لَهُ فِي الْآخِرَةِ، مِنْ بَغْيٍ، أَوْ قَطِيعَةِ رَحِمٍ 
Dari  Abu Bakrah Radhiyallahu anhu , dia berkata: Rasûlullâh Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: “Tidak ada dosa yang pantas disegerakan hukumannya kepada pelakunya, bersamaan dengan balasan yang diundurkan di akhirat, daripada baghyu  atau memutuskan kerabat”.  [HR. Ahmad, no.  20374, 20380, 20398; Al-Bukhari, Abu Dawud, no. 4902; At-Tirmidzi, no. 2511; dan Ibnu Majah, no. 4211. Dishahihkan Syaikh Al-Albani]
Setelah kita mengetahui berbagai keburukan dan bahaya perbuatan baghyu , melanggar hak manusia tanpa alasan yang benar, maka selayaknya kita meninggalkannya untuk keselamatan kita.
Wallahualam...
Disalin hadist sohih ;-
[majalah As-Sunnah Edisi 11/Tahun XXI/1439H/2018M.]



Ulasan

Catatan popular daripada blog ini

KECACATAN NALURI FIZIKAL INSANI DALAM GOLOANGAN IMPOTENT DAN KHUNSA.

Asalamualaikum. Bismillahirrohmanirrohim. Penjelasan terperinci tentang orang golongan impotent,mukhanats,khunsa musykil dan khunsa ghairu musykil. Adakah kita atau sanak saudara serta sahabat handainya yang tergolong dalam keberadaannya diharap dapatlah kiranya dengan perkongsian ini maka bermanfaat pada yang lainnya diatas penciptaan yang agak tidak releven dan tidak masuk di akal fikir bagi mereka yang tidak pernah terdedah dengan sebuah kebenarannya yang hakiki ini dapat membukakan mata hati di akal fikir kita semua agar tidak sesama kita bersengketa saling hukum menghukumi mereka yang berada di dalam LGBT tersebut juga bukan semua adalah tidak benar keperibaannya,adalah segelintir makhluk ciptaanya yang telah memesobgkan diri mereka sendiri dengan mengubah ciptaan asalnya di hakikat diri hingga sewenang mengubah fikah diri wanita di luaran dengan berpakaian seperti lelaki dan tampak seperti lelaki dan lelakinya mengubah fikah diri dan tampak wanitanya adalah segolonga...
  HIKMAH ALFATIHAH PEMBUKA            QALAMULLAH KITABULLAH                        AYATUL QURANI   1.  Membaca surat Al-Fatihah mendapat pahala seperti membaca sepertiga Al Quran . 2.  Setiap satu ayat dari Al-Fatihah menjadi penutup satu pintu neraka. 3.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah ia telah membaca kitab taurat, injil, zabur,  Al Quran, suhuf idris As. dan suhuf Ibrahim As. sebanyak 7 kali. 4.  Orang yang membaca Al-Fatihah seolah olah ia telah sedekahkan emas di jalan Allah SWT. 5.  Amalkan membaca Al-Fatihah sebanyak 70 kali setiap hari dalam keadaan berwudhu ‘ dan ditiupkan pada air lalu diminum selama tujuh hari. Insya Allah akan mudah memperoleh ilmu pengetahuan, di samping itu dapat membersihkan hati dari fikiran yang rosak. 6 . Sesiapa membaca Al-Fatihah berserta Bismillah diantara Solat Sunat Subuh dan Fardhu Subuh ...

'DUNIA DAN AKHIRAT SEIRINGAN,"

'Cinta dunia semata,"akhirat akan pergi berlari meninggalkan kita,"Cinta Akhirat semata,"Dunia akan berlari mengejar kita," Jiwa kosong(hidup tiada maknanya lagi). 'Jika mahu di berkatikan kehidupan akan kedua dari alam dunia dan alam akhiratnya," 'Seiringkan keduanya yang saling melengkapikan agar tidak pincang tegap berdiri agamanya," 'Nak berjaya dunia dan akhirat kena ada ilmunya," 'Nak ilmu kena dengan ilmunya,"Tiada ilmu bagaimana untuk mendapatkan ilmu yang benar dan diredhainya untuk dunia hingga ke akhiratnya," 'Ilmu itu ada dalam sebuah kehidupannya di alam maya dan di sekeliling kita yang menjadi penyaksian Rabbnya di dalam qalamnya sebuah Alquran maka gali dan usahalah beserta Doa dan pengharapannya agar terbuka akan hijabnya ilmu di peribaannya diri di saat bermunajat yang sesungguhnya di depan Rabbnya sang Pencipta akan memberkatikan diri untuk dunia dan akhiratnya," 'Tidaklah mend...